Wabup Badung Hadiri Puncak Karya Dewa Yadnya di Kedonganan, Serahkan Bantuan Hibah

Wabup Badung saat Puncak Karya Dewa Yadnya di Kedonganan

BADUNG Persindo – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, bersama istrinya Yunita Alit Sucipta, menghadiri puncak pelaksanaan Karya Dewa Yadnya di Pemerajan Ageng Pasek Gaduh, Kedonganan, Kuta, Badung, Rabu (22/4/2026). Upacara ini dirangkaikan dengan sejumlah ritual suci seperti mecaru, melaspas, dan mendem pedagingan.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan adat dan keagamaan masyarakat, Wabup menyerahkan bantuan dana kesejahteraan sebesar Rp25 juta yang diterima oleh Ketua Merajan Ageng Pasek Gaduh, Made Aryana.

Prosesi upacara dipuput oleh Ida Pedanda Telaga dari Griya Sanur. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh daerah, antara lain Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana, Camat Kuta D. Ngurah Bhayudewa, Lurah Kedonganan I Kadek Laksana, serta Bendesa Adat Kedonganan I Wayan Sutarja bersama krama pengempon.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan bahwa kehadirannya tidak hanya sebagai saksi upacara (upasaksi), tetapi juga untuk memberikan doa agar seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan Kedonganan yang dikenal sebagai destinasi pariwisata. Menurutnya, permasalahan sampah kiriman yang kerap terjadi saat musim angin barat perlu diantisipasi dengan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Kedonganan merupakan salah satu wajah pariwisata Badung. Kebersihan, terutama di kawasan pantai, harus dijaga bersama oleh seluruh krama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus mendukung kegiatan positif masyarakat serta mengajak warga menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban wilayah.

Sementara itu, perwakilan Jero Mangku Pemerajan Ageng Pasek Gaduh, Nyoman Suarjana, menjelaskan bahwa pelaksanaan Karya Dewa Yadnya ini dilakukan setelah rampungnya pembangunan pelinggih dan sekaligus dirangkaikan dengan Pujawali. Rangkaian kegiatan juga mencakup upacara Pawintenan bagi enam pasangan suami-istri sebagai bentuk penyucian diri sebelum menjalankan tugas ngayah di merajan.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan upacara ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, sehingga seluruh prosesi dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat.   @K*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *