Wabup Ipat Buka Bimtek Penyusunan Master Plan Kota Cerdas

Persindonesia.com Jembrana – Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Khrisna (Ipat) membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Master Plan Kota Cerdas (Smart City) dan Penentuan Program Quik Win Kabupaten Jembrana, Menuju Jembrana Emas 2026, Rabu (22/6) di Aula Universitas Triatma Mulya Kabupaten Jembrana.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Perpres 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dari 22 sd 23 Juni diikuti oleh 171 perserta dari Dewan Smart City Kabupaten Jembrana dan Tim Pelaksana Smart City Kabupaten Jembrana Tahun 2022.

Perusahaan Mie di Jembrana Dapat Teguran Pertama

Serta bertujuan menciptakan sebuah kebijakan perencanaan dalam pengembangan smart city di Kabupaten Jembrana Menuju Jembrana Emas 2026. bimtek ini juga mendorong terwujudnya sistem, peraturan, dan prosedur birokrasi yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat serta menjadi wadah dalam pengembangan inovasi kota cerdas.

Wakil Bupati Jembrana Ipat dalam  sambutannya mengapresiasi dan  menyambut baik diadakannya Bimbingan Teknis ini yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI. “Saya memberikan apresiai yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kominfo RI yang telah memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana sebagai salah satu dari 50 Kabupaten/Kota yang lulus menjadi peserta Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City),” ujarnya.

Harga Telur Masih Tinggi, Diikuti Harga Ayam Merah Meningkat Terus di Jembrana

Pihaknya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama-sama dengan para pimpinan OPD dan lintas sektoral selaku Dewan Smart City sangat mendukung diselenggarakannya kegiatan tersebut.

“Kami mendukung penyelenggaraan bimbingan teknis Tahap I Penyusunan Master Plan Kota Cerdas (Smart City) dan Penentuan Program Quik Win Kabupaten Jembrana Tahun 2022, sebagai salah satu komitmen Pemerintah untuk mewujudkan sistem pemerintah berbasis elektronik yang mudah, cepat, aman dan terpescaya di Kabupaten Jembrana,” kata Ipat.

Ini Yang Di Lakukan Tim Jibom & Tim KBR Detasemen Gegana Saat Kunjungan Presiden di Balikpapan

Ipat berharap program tersebut dapat menjadi acuan rencana kegiatan serta sejalan dan selaras dengan RPJMD Kabupaten Jembrana tahun 2021 – 2026. “Saya berharap seluruh undangan yang mengikuti kegiatan ini dapat berperan aktif, sehingga master plan yang dihasilkan bisa menjadi acuan kita dalam membangun Jembrana kedepan, menuju masyarakat jembrana bahagia dan Jembrana emas tahun 2026,” harapnya.

Mariam F. Barata Perwakilan dari Kementerian Kominfo RI menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana. “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana yang telah menyiapkan acara dengan baik, semoga pelaksanaan kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar selama dua hari ini,” ujarnya.

Puspa Negara Apresiasi Badung Properti Akan Hadir Sebagai Equalizing Power

Pihaknya mengharapkan komitmen dari seluruh pemerintah  serta para pemangku kepentingan di Kabupaten Jembrana. “Kita menyebut smart city sebagai kota cerdas, untuk menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai penyelenggara transformasi digital melalui proses inovasi yang berkelanjutan, dengan memperhatikan segala aspek yang ada. Karena itu kita membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pejabat dan jajarannya di Kabupaten Jembrana,” harapnya.

Pihaknya menambahkan bahwa ini merupakan tahap kelima, yang sebelumnya sebanyak 148 dari 514 kabupaten/kota yang telah mempunyai master plan yaitu 100 kabupaten/kota smart city dan 48 sebagai pendukung pariwisata kemudian tahun ini ditambah 50 kabupaten/kota untuk mewujudkan smart city.

Seluruh Harga Bahan Makanan Naik di Tangerang , IRT dan Rumah Makan Ngeluh

“Kabupaten Jembrana menjadi salah satu kabupaten terpilih selain kabupaten Tabanan dan Kelungkung yang mendapatkan kesempatan menuju Master Plan Smart City di Provinsi Bali,” ungkapnya.

Mariam juga menekankan perihal pengertian Kota  Cerdas (Smart City). “Perlu ditekankan bahwa smart city bukan hanya mengenai tekhnologi, atau membangun aplikasi, tetapi bagaimana membangun ekosistem kota yang baik, tekhnologi hanya berperan sebagai injektor saja yang membuat segala pengerjaan menjadi lebih mudah,” tutupnya. Red Bali.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *