Persindonesia.com Jembrana – Sebelum dicabutnya subsidi Minyak Goreng Kemasan Oleh Pemerintah Pusat, kelanggakan minyak goreng terjadi di pasaran. Setelah dicabutnya subsidi, stok mi yak goreng dipasaran aman dan tidak lagi ada kelangkaan.
Untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng kedepannya, Kapolres Jembrana beserta jajarannya langsung melakukan sidak ke Pasar Umum Negara. Sementara di Pasar Melaya sidak juga dipimpin oleh Kapolsek Melaya Kompol I Made Katon didampingi oleh Kanit Reskrim Plsk Melaya Iptu Widagda Putra.
HR. Khotibi Achyar Perjuangkan Air Bersih di Hari Air Sedunia
Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pemantauan di pasar ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasokan kebutuhan pokok minyak goreng untuk masyarakat di Jembrana masih aman dan mencukupi.
“Kami bersama Pejabat Utama Polres Jembrana melaksanakan pengecekan di Pasar Umum Negara untuk melihat secara langsung stock minyak goreng yang ada di Pasar Negara, apa masih tersedia dan mencukupi untuk pasokan sehari-hari bagi masyarakat Jembrana,” terangnya. Selasa (22/3/2022).
Polisi Tangkap 6 Pelaku Curanmor Berserta BB 19 Unit Kendaraan Roda dua
Pihaknya menghimbau kepada para pedagang dan Swalayan yang ada di Kabupaten Jembrana untuk tidak melakukan penimbunan minyak goreng untuk mencegah terjadinya kelangkaan minyak goreng di wilayah Jembrana.
“Kami ingin memastikan bahwa di Jembrana stock minyak goreng di pasar yang ada di Jembrana ini masih aman dan mencukupi, dan saya lihat masih tersedia minyak goreng di Pasar Umum Negara. Hal ini berdasarkan hasil Vicon Bapak Kapolri bersama Menperindag terkait dengan kelangkaan minyak goreng di beberapa daerah,” ujarnya.
Sementara hal yang sama juga dilaksanakan di Pasar Melaya, sidak yang dipimpin oleh Kapolsek Melaya Kompol I Made Katon didampingi oleh Kanit Reskrim Plsk Melaya Iptu Widagda Putra. Menurutnya, sidak kali ini tidak terjadi kelangkaan di Pasar Melaya stoknya masih aman. “Cuma harganya masih tinggi di pasar,” pungkasnya. Red Bali






