Program B2SA di Desa Tukadaya, Sukses Turunkan Stunting Hingga 50% dalam Setahun

Persindonesia.com Jembrana – Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana sukses menurunkan angka stunting hingga 50% dalam setahun dengan menerapkan Program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Program ini menunjukkan bahwa dengan intervensi yang tepat, angka stunting dapat diturunkan secara signifikan.

Saat ditemui, Ketua Kelompok B2SA Desa Tukadaya, Ni Kadek Ayu Indrayani, menjelaskan bahwa program ini memberikan makanan bergizi kepada 40 anak berisiko stunting dua kali seminggu, yaitu pada hari Selasa dan Sabtu. Menu makanan bervariasi dan sesuai dengan anjuran dokter gizi.

“Pemberian makanan bergizi ini dipantau dan diarahkan oleh ahli gizi makanan pemerintah daerah dan provinsi,” ucapnya. Sabtu (29/6/2024).

Kabid Humas Polda Bali Tegaskan Netralitas Polri Dalam Pilkada Mendatang

Ia mengaku, program B2SA dimulai pada tahun 2023 dan telah dibiayai oleh Badan Pangan Nasional (BPN) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan provinsi dan kabupaten. Proses penyajian makanan juga secara manual oleh para kader B2SA desa setempat.

“Dari proess awal makanan, pemilihan bahan (makanan alami) seperti sayur, daging, ada ubi ubian, kita gunakan hasil kebun warga yang ada di desa. Pun sesuai dari judul dari program ini, B2SA adalah pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman tentunya. Aman yang dimaksud adalah tanpa bahan pengawet pestisida yang berlebihan,” terangnya.

Sementara salah satu warga Desa Tukadaya, Ni Putu Sinta Purnamawati, (26) mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program ini. “Program ini sangat membantu anak saya yang berusia 3 tahun,” ucapnya.

Workshop Implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan di Gugus Kapten Japa Sukses Digelar

Sinta mengatakan bahwa anaknya mengalami pertumbuhan yang tidak normal selama tiga tahun terakhir. “Dengan adanya program ini, saya bisa belajar bagaimana cara memberikan makanan bergizi pada anak,” jelasnya.

Sinta juga memuji menu masakan yang diberikan dalam program B2SA. “Menunya berganti-ganti dan bergizi, sehingga anak saya nafsu makannya bertambah,” pungkasnya. Dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *