Imbas Baliho Pasangan SANTUY Robek, Ketua Golkar Bangli : Cederai Demokrasi

Bangli,PersIndonesia.Com- Sebuah baliho yang bertuliskan SANTUY yang berisi foto Pasangan Raden Adhi Nugroho Martosubroto dan I Gusti Made Winuntara yang digadang gadang bakal ikut meramaikan Pilkada Bangli dirobek oknum tak dikenal.

Dari hasil pantuan dilapangan baliho Pasangan Calon (Paslon) besutan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) tersebut robeknya terlihat teratur dan tidak seperti robek diterpa angin.

Berdasarkan informasi yang berhasil terhimpun dilapangan mengatakan baliho yang terpajang di Jalan Sidembunut tepatnya di pertigaan sebelah SD Negeri 2 Sidembunut, Bangli tersebut diduga dirobek pada dini hari saat situasi sepi oleh orang tidak dikenal.

Baca Juga : Kunker Jokowi Presiden di Surabaya untuk Resmikan Konferensi Cocotech 2024

Sebelumnya pada hari Jumat (19/7/24) petang baliho itu masih utuh (tidak robek). Akan tetapi pada hari Sabtu (20/7/24) paginya sudah robek seperti itu.

“Saya baru tahu pada pada pukul 07.30 Wita baliho tersebut robek, padahal kemarin malam masih utuh”, ujar salah satu warga bernama Ida Bagus Made Suabawa.

Menurutnya, kejadian ini tentunya dapat merusak citra kami sebagai warga disini. Apalagi tempat ini merupakan lokasi umum dan juga tempat pemasangan baliho bagi siapa saja yang sekiranya terjun ke dunia politik.

Seperti yang kita lihat disini banyak terpasang baliho-baliho yang sekiranya bakal digadang gadang ikut dalam Pilkada Bangli.

“Dan hal ini akan segera kami lakukan kordinasi, untuk dapat diketahui oleh pihak-pihak terkait agar tidak terjadi gejolak”, ucapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Ketua DPD Golkar Bangli, I Gusti Made Winuntara mengatakan sangat menyayangkan adanya kejadian itu. Menurutnya pemasangan baliho tersebut belum merupakan tahap kampanye, akan tetapi baru tahap pengenalan calon kepada masyarakat.

Dimana semua Partai punya sistem. Dan Partai Golkar sendiri mempunyai sistem penjaringan untuk orang yang sekiranya berpotensi berdasarkan survey dimasyarakat seperti ini.

“Pemasangan baliho ini tujuannya untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat sebagai bentuk penjaringan survey yang nantinya bakal dijadikan bahan rekomendasi pusat”, ujarnya kepada awak media, Senin (22/7/24).

Ia menyampaikan di tengah sistem Demokrasi yang berangsur pulih, hal seperti ini seharusnya tidak terjadi lagi adanya diskriminasi bagi orang yang ingin menunjukan kemampuan untuk berkiprah mengabdi bagi masyarakat.

Ini baru tahap pengenalan dan belum tahapan kampanye. Maka dari itu kami belum memasang tulisan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Bangli.

“Tahapan kampanye belum dimulai tetapi sudah ada kejadian seperti ini. Ini mencederai sistem Demokrasi yang didengung dengungkan”, ungkapnya.

Baca Juga : Penyu Lekang Terdampar di Pantai Yeh Kuning, Diduga Alami Luka Lama

Winuntara menegaskan pihaknya akan selalu mematuhi sistem yang ada. Dan dengan adanya perobekan baliho tersebut pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Bhabinkamtibmas setempat.

Ini pembelajaran bagi kita semua. Dan kami tidak ingin ini terjadi pada baliho yang lainnya dan juga pada pemasangan dilokasi lainnya.

“Disini tidak ada like atau dislike (suka tidak suka). Semua orang memiliki hak memilih dan dipilih, sesuai hati nurani masyarakat”, tandasnya. (IGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *