Belasan Pasangan Catin di Kecamatan Bangli Terima Pembekalan Pencegahan Stunting

Bangli,PersIndonesia.Com- Dalam rangka mematangkan persiapan menuju jenjang pernikahan dan mewujudkan pencegahan stunting sejak dini, pasangan Calon Pengantin (Catin) yang ada di Kelurahan pada Kecamatan Bangli menerima pembekalan, bertempat di Cafe Kebun, Desa Penglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Selasa (16/12/24).

Kegiatan pembekalan dibuka langsung oleh Camat Bangli, Sang Made Agus Dwipayana dengan narasumber dari Dinas PMD Bangli, Dinas Kesehatan, PHDI Kecamatan Bangli serta Bendesa Adat (Tokoh Masyarakat) Bebalang. Kegiatan turut dihadiri Lurah Se-Kecamatan Bangli.

Baca Juga : Hujan Deras Melanda, Rumah Warga dan Kantor Koramil Bangli Terendam Banjir

Ditemui usai kegiatan, Camat Bangli Sang Made Agus Dwipayana mengatakan kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk memberikan bimbingan dan pembekalan bagi pasangan calon pengantin di Kecamatan Bangli yang nantinya akan memasuki kehidupan berumah tangga (pernikahan).

Dalam memasuki jenjang pernikahan seperti kita ketahui khususnya secara tradisi Hindu di Bali, banyak persiapan yang mesti dilakukan. Selain persiapan mental, tak kalah pentingnya kesehatan bagi pasangan Catin, kesiapan mekerame (masuk banjar), merencanakan Keluarga Berencana.

“Menyiapkan keluarga berencana dan melakukan penanggulangan stunting demi anak sehat dan pintar ini menjadi sasaran pembekalan saat ini”, ujarnya kepada awak wartawan PersIndonesia.

Menurutnya, kegiatan yang diikuti oleh 36 orang dari 18 pasang calon pengantin ini berasal dari 4 Kelurahan yang ada di Kecamatan Bangli, yakni Bebalang, Kawan, Kubu dan Cempaga. Dengan pembekalan ini kita harap para generasi yang merencanakan pernikahan benar-benar memiliki kematangan persiapan.

“Harapan kita terbesar melalui kegiatan ini bagaimana calon pengantin memiliki pengetahuan kesehatan. Riil kita ingin wujudkan keluarga sehat bebas stunting”, ungkap Camat Bangli.

Dalam penanggulang stunting, diakuinya memiliki mimpi besar untuk mewujudkan Kecamatan Bangli yang bebas dari stunting. Kita punya program yang dinamakan Kecamatan Bangli “Salam Desti” (Selamanya Bebas Stunting) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2022.

Dan dari 4 Kecamatan di Kabupaten Bangli, untuk angka stunting di Kecamatan Bangli termasuk paling kecil. Hasil ini tidak membuat terlena, karena stunting ini dinamis seiring adanya pernikahan dan kelahiran anak. “Salah satu pencegahan stunting perlu disiapkan dari hulu. Dan pembekalan ini menjadi salah satu program mewujudkan mimpi itu”, katanya.

Baca Juga : Diduga Putus Cinta, Pelajar di Batur Tengah Tewas Gantung Diri 

Sementara itu, salah satu peserta bernama Putu mengungkapkan dengan adanya kegiatan pembekalan ini tentunya menambah pengetahuan bagi masyarakat khususnya untuk pasangan calon pengantin terkait fatalnya akibat pernikahan tanpa persiapan.

Salah satu yang awam terkait bagaimana persiapan kita saat pasangan hamil untuk pemenuhan gizinya, melakukan pemeriksan rutin, usia ideal menikah dalam pembekalan ini kita menjadi jelas mengetahuinya. “Bagi saya ini merupakan pengetahuan penting. Terutama dalam hal pencegahan stunting untuk mewujudkan anak sehat dan tangguh”, pungkasnya. (IGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *