Persindonesia.com Jembrana – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk mulai menunjukkan peningkatan menjelang periode arus mudik. Kendaraan logistik dan kendaraan pribadi tercatat mulai mendominasi arus penyeberangan menuju Pelabuhan Ketapang.
Usai Apel Gelar Pasukan, Staf Operasional Pelabuhan, Hizkya mengatakan, lonjakan kendaraan logistik dipicu oleh kebijakan pembatasan operasional berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mulai diberlakukan pada 12 Maret.
“Terutama kendaraan logistik yang mulai ramai karena sesuai keputusan SKB, mulai tanggal 12 kendaraan logistik sudah dihentikan operasinya. Jadi kemarin yang paling banyak melintas adalah truk logistik, disusul beberapa kendaraan kecil,” ujarnya, Kamis (12/3)
Selain truk logistik, peningkatan juga mulai terlihat pada kendaraan roda dua serta kendaraan keluarga yang melakukan perjalanan lebih awal.
Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Rumah di Pekutatan, Kerugian Capai Rp50 Juta
Mengantisipasi potensi kepadatan, pihak ASDP menyiapkan sejumlah skenario operasional, salah satunya dengan menerapkan sistem Tiba Bongkar Berangkat (TBB) dari Pelabuhan Ketapang.
“Jika terjadi kepadatan, kapal dari Ketapang akan berangkat tanpa muatan dan diprioritaskan mengangkut kendaraan dari Gilimanuk,” jelasnya.
Selain itu, ASDP juga menyiapkan Dermaga Bulusan di Ketapang sebagai langkah tambahan apabila terjadi lonjakan kendaraan. Dermaga tersebut akan dioperasikan berhadapan dengan Dermaga LCM yang berada di Gilimanuk untuk memperlancar arus penyeberangan.
Di sisi lain, insiden kebakaran sempat terjadi pada KMP Portlink 7 di Pelabuhan Ketapang pada malam sebelumnya. Beruntung, api dapat segera dipadamkan sehingga tidak menimbulkan kerusakan lebih besar.
Kapolres dan Wabup Jembrana Ingatkan Pemudik, Berangkat Lebih Awal dan Utamakan Keselamatan
“KMP Portlink 7 saat ini sudah dipindahkan ke Dermaga Bulusan untuk menjalani perbaikan,” kata Hizkya.
Sebagai pengganti sementara, armada penyeberangan kini diperkuat dengan kehadiran KMP Amora yang baru kembali beroperasi setelah menjalani docking. Kapal tersebut memiliki kapasitas muatan besar yang hampir setara dengan KMP Portlink 7.
Selain KMP Amora, sejumlah kapal berkapasitas besar lainnya juga dioperasikan di Selat Bali, seperti KMP Dharma Kencana IX, KMP Sumber Berkat III, dan KMP Bontang Ekspres.
Terkait penyebab kebakaran pada KMP Portlink 7, pihak ASDP menyebutkan bahwa hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan. “Untuk penyebabnya masih diselidiki, sehingga belum ada informasi pasti,” ungkapnya.
Ditlantas Polda Bali Cek Pos Operasi dan Pelabuhan Jelang Arus Mudik Lebaran 2026
Sebagai langkah pencegahan ke depan, pengawasan terhadap kendaraan yang akan menyeberang juga akan diperketat, khususnya kendaraan yang membawa barang rongsokan atau material yang berpotensi mudah terbakar.
“Kami akan memaksimalkan pemeriksaan, terutama terhadap kendaraan yang membawa muatan rongsokan agar dipastikan tidak membawa barang yang mudah terbakar,” tegasnya.
Saat ini, total 54 kapal disiapkan untuk melayani penyeberangan di Selat Bali. Dengan jumlah armada tersebut, pihak ASDP memastikan operasional penyeberangan masih dalam kondisi aman dan terkendali. Ts






