Persindonesia.com Jembrana – Arus mudik Lebaran di Kabupaten Jembrana diwarnai peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa. Seorang bocah berusia 10 tahun meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak mobil saat berhenti di bahu jalan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 11.30 Wita.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, saat dikonfirmasi menjelaskan kecelakaan bermula saat mobil Toyota Calya bernomor polisi DK 1834 FBU yang dikemudikan pemuda berinisial DH (21) melaju dari arah barat (Gilimanuk) menuju timur (Denpasar).
Menuju Gilimanuk Padat, Truk Besar Akan Dialihkan dan Diperlambat
Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan kendali atas kendaraannya. “Kendaraan roda empat tersebut diduga tidak dapat dikendalikan secara maksimal sehingga bergerak ke kiri dan keluar dari badan jalan, kemudian menabrak sepeda motor yang sedang berhenti di bahu jalan sebelah kiri,” ujarnya, Sabtu (14/3).
Saat kejadian, sepeda motor Yamaha Mio tersebut dikendarai oleh IPM (12) yang berboncengan dengan IKR (10). Benturan keras membuat kedua anak di bawah umur itu terpental dari kendaraan.
“Penumpang sepeda motor berinisial IKR (10) mengalami luka serius dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSU Negara. Sementara itu, pengendara motor IPM (12) mengalami sejumlah luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis,” jelasnya.
Dini Hari Memuncak, Arus Mudik Denpasar–Gilimanuk Sempat Tersendat hingga Tukadaya
Citra menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti berupa mobil dan sepeda motor yang terlibat kecelakaan. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
“Kerugian materiil akibat kerusakan pada kedua kendaraan diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta,” imbuhnya.
Dirinyamengimbau, untuk pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran.
“Saat ini situasi arus mudik 2026 sedang berlangsung, sehingga kami mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati dan beristirahat apabila mengalami kelelahan saat berkendara,” pungkasnya. Ts






