Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Wakil Bupati I Bagus Alit Sucipta, Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur
Kintamani Persindo— Rangkaian upacara Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur kembali menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat hubungan spiritual sekaligus menjaga keseimbangan alam.
Dalam rangkaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung turut melaksanakan Bhakti Penganyaran yang dipimpin langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Wakil Bupati I Bagus Alit Sucipta, Jumat (10/04/2026).
Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga bentuk komitmen dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ngusaba Kedasa merupakan salah satu upacara besar dalam tradisi Hindu Bali yang sarat makna. Upacara ini berkaitan erat dengan permohonan kesejahteraan, kesuburan, serta kelestarian sumber air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Bali, khususnya dari kawasan Danau Batur.
Setelah mencapai puncaknya pada Purnama Kedasa awal April lalu, rangkaian upacara kini memasuki tahap akhir menjelang prosesi penyineban. Setiap tahapan memiliki makna spiritual yang mendalam, sebagai wujud syukur sekaligus doa untuk keharmonisan jagat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung juga menyerahkan punia sebagai bentuk dukungan terhadap kelangsungan upacara, yang diterima oleh tokoh adat setempat.
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa tradisi seperti Ngusaba Kedasa bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. “Nilai-nilai yang terkandung dalam upacara ini mengajarkan kita untuk menjaga sumber kehidupan, terutama air, serta merawat alam agar tetap lestari,” ujarnya.
Sebagai salah satu pura utama di Bali, Pura Ulun Danu Batur memiliki peran sentral dalam kehidupan religius masyarakat. Pura ini diyakini sebagai tempat berstana manifestasi Tuhan sebagai penguasa danau dan sumber air, yang keberadaannya sangat vital bagi sistem pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan ini, pemerintah berharap tradisi dan nilai spiritual masyarakat Bali tetap terjaga di tengah perkembangan zaman, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
@tim*






