Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, pada rangkaian karya di Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung
Mengwi Persindo — Pelaksanaan upacara adat di Bali tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dalam kehadiran Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, pada rangkaian karya di Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/04/2026).
Karya yang digelar di Pura Dalem Mandi ini meliputi berbagai tahapan penting dalam tradisi Hindu Bali, seperti Mamungkah, Ngenteg Linggih, hingga Padudusan Alit. Seluruh rangkaian berlangsung dengan partisipasi aktif masyarakat setempat melalui semangat ngayah.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi kekompakan warga yang dinilai mampu menjaga nilai-nilai gotong royong di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi ngayah tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Bali,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Masyarakat diajak mulai membiasakan memilah sampah dari rumah tangga sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.
Pesan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Badung yang tengah fokus menangani persoalan lingkungan seperti sampah, kemacetan, dan banjir.
Sementara itu, rangkaian karya yang telah berlangsung sejak akhir Maret lalu mencerminkan kesungguhan masyarakat dalam menjalankan yadnya. Berbagai prosesi, mulai dari upacara awal hingga puncak karya dan penutup (nyineb), dijalankan secara bertahap dengan penuh khidmat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai spiritual, budaya, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan, sehingga tradisi tetap lestari sekaligus menjawab tantangan kehidupan modern. @tim*






