Persindonesia.com, Denpasar – Bali memiliki berbagai destinasi wisata baru yang patut anda kunjungi saat berlibur di Pulau Dewata ini. Salah satunya Pantai Sidakarya.
Sesuai namanya, pantai ini terletak di Desa Sidakarya, Denpasar, Bali, tepatnya di Jalan Bypass Ngurah Rai.
Pesona pantai berpasir putih ini menawarkan hamparan hijau hutan mangrove, lengkap dengan panorama Pulau Serangan dan juga Kepulauan Nusa Penida.
Pantai ini juga menjadi surga bagi para pemancing mania, baik untuk mancing ke tengah laut, di tepi pantai, maupun di tepi hutan mangrove.
Tragis! Bintara Muda Polda Kepri Tewas di Asrama, Diduga Dianiaya Senior
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini mengatakan, Pantai Sidakarya ini akan menjadi salah satu destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi. “Pantai Sidakarya ini masih dalam tahap penataan,” katanya, Selasa (14/4).
Dikatakan, karena pantai ini baru dibuka untuk publik, para pengunjung disarankan agar membawa makanan dan minuman sendiri.
“Di Pantai Sidakarya ini belum ada pedagang yang berjualan, namun fasilitas kamar kecil saya lihat sudah tersedia,” imbuhnya.
Diingatkan juga, agar para pengunjung ikut serta menjaga kelestarian alam termasuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan saat berwisata. “Pantai Sidakarya ini sekarang lagi trending di media sosial,” tandasnya.
Tinjau Dua Ruas Jalan Rusak di Desa Baluk, Bupati Pastikan Segera di Hotmix
Sementara itu, Anggota Sabha Desa Adat Sidakarya, I Wayan Suadi Putra menuturkan, di Pantai Sidakarya ini merupakan muara dari Sungai Ngenjung yang melintasi Desa Sidakarya.
Dikatakan, aliran sungai ini ditata untuk menghindari terjadi banjir besar seperti yang sempat melanda Desa Sidakarya pada tahun 2009. “Kala itu sungainya menyempit,” tuturnya.
Untuk menghindari itu, pihak Desa Adat dan juga Perbekel serta tokoh masyarakat melakukan pertemuan dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali agar mengajukan permohonan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Setelah beberapa kali rapat koordinasi, akhirnya keluar persetujuan Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terkait permohonan normalisasi Sungai Ngenjung yang bermuara di Pantai Sidakarya,” lanjutnya.
Kabar Baik! Kasus LSD di Jembrana Melandai, Tak Ada Tambahan Baru
Tidak berhenti sampai di sini, persetujuan ini diperkuat dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) Mitigasi Banjir antara DLHK Provinsi Bali dengan Desa Adat Sidakarya yang di dalamnya tertuang penguatan fungsi konservasi kawasan.
Dilanjutkan lagi dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) Religi & Budaya, antara Tahura Ngurah Rai dengan Desa Adat Sidakarya dikarenakan keberadaan Pura Segara Giri Wisesa di kawasan Pantai Sidakarya yang mana di sebagian kawasan Pantai Sidakarya juga merupakan aset Pemkot Denpasar.
Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar ini juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, juga sempat meninjau langsung kondisi Pantai Sidakarya, Selasa, 27 Mei 2025.
“Kebetulan pak Gubernur kesana waktu ngantar Menteri LH memang kondisinya sedang pasang, sehingga abrasi menjadi prioritas,” terangnya.
Komisi II DPRD Badung Soroti Realisasi LKPJ 2025, Fokus pada Isu Sampah hingga Penguatan Layanan OPD
Saat ini, penataan Pantai Sidakarya tengah terus dikerjakan agar tidak abrasi. “Pantai ini juga sebagai tempat masyarakat Sidakarya untuk upacara melasti, melukat, dan nganyut (ngaben, red). Ini menjadi fungsi utamanya,” tandasnya.
Suadi menuturkan, rencana penataan dilakukan sejak tahun 2024, dan realisasi pada bulan Agustus – Desember 2025 untuk tahap pertama.
“Pembangunan meliputi kantor pengelola di pintu masuk sebagai informasi center. Ini juga menjadi kantor bersama untuk Desa Adat, Pol Airud, KKP, Tahura serta lainnya,” sebutnya.
Pihaknya menargetkan penataan pantai ini rampung tahun 2027. “Penataan sudah disetujui oleh Bapak Gubernur dengan anggaran provinsi untuk pemasangan krib penahan abrasi,” ungkapnya.
Bupati Badung Tegaskan Transparansi Dana Seni, Pastikan Hak Seniman Diterima Penuh Tanpa Potongan
Dikatakan, 70 persen lebih pengunjung ke pantai adalah pemancing. Selain itu, juga ada penggiat media sosial yang turut memviralkan Pantai Sidakarya ini.
“Sudah ada beberapa event yang akan digelar di pantai ini. Seperti peringatan Hari Buruh 1 Mei, serta rencana maraton,” sebutnya.
Disinggung terkait fasilitas adanya restoran untuk para pengunjung, pihaknya akan melihat dari sisi regulasi. “Bapak Wali Kota Denpasar sudah mendorong agar di Pantai Sidakarya lebih banyak kegiatan,” pungkasnya. (*)






