PERSINDONESIA.COM – Guna memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sinergi antara sektor perbankan dan koperasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli melakukan kesepakatan kerjasama dengan sektor Perbankan. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPD Bali dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Bangli, bertempat di Gedung Bukti Mukthi Bakthi, Kantor Bupati Bangli, Senin (25/5/2026).
Acara penandatanganan PKS dihadiri oleh Sekda Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, Pimpinan BPD Bali Cabang Bangli, I Gede Agus Kustayasa Putra, Ketua Dekopinda Bangli, I Wayan Suana, jajaran BPD Bali Cabang Bangli, pengurus Dekopinda Bangli, Kepala Dinas Koprasi, UKM dan Tenaga Kerja, serta para pengurus, pengawas koperasi se-Kabupaten Bangli.
Baca Juga : PDI Perjuangan Gaungkan Nilai Kemanusiaan, Libatkan Anak Difabel di Final Soekarno Cup III Bali
Tidak sekadar seremonial, agenda ini langsung dirangkaikan dengan sosialisasi krusial terkait modernisasi tata kelola koperasi. Para pengurus koperasi dibekali 4 materi utama yang dibedah langsung untuk kemajuan tata kelola lembaga oleh narasumber ahli, Dewa Gede Widnyana Putra, seorang konsultan di bidang Koperasi, UMKM, dan Lembaga Keuangan.
Adapun 4 materi yang diberikan, yakni; Digitalisasi Keuangan mencakup kebutuhan mutlak (bukan lagi pilihan) untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, efektif, dan tepercaya. Akses Pembiayaan mencakup jalan bagi koperasi untuk mengembangkan usaha produktif dengan daya saing tinggi.
Penerapan SA KEP mencakup Standar akuntansi baru untuk melejitkan kualitas laporan keuangan agar lebih transparan di mata mitra usaha dan lembaga keuangan. Pengisian ODS Koperasi mencakup validitas data koperasi secara nasional demi merumuskan kebijakan pembinaan pemerintah yang tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, di era transformasi digital, koperasi sebagai sokoguru perekonomian dituntut untuk bergerak lebih profesional.
Sinergi antara lembaga perbankan dan gerakan koperasi menjadi sangat penting guna meningkatkan daya saing, sehingga mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi ini diharapkan membawa dampak instan dan nyata bagi seluruh koperasi di Bangli, khususnya dalam mendongkrak kapasitas SDM, kemudahan akses modal, serta tata kelola keuangan yang akuntabel”, terangnya.
Kata Riana Putra, kerjasama strategis ini difokuskan pada kemitraan di bidang pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) serta pemanfaatan jasa-jasa perbankan.
“Saya mengajak seluruh pengurus koperasi agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dan menggali informasi sebanyak-banyaknya”, ujarnya.
Pimpinan BPD (Bank Pembangunan Daerah) Bali Cabang Bangli, I Gede Agus Kustayasa Putra, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal proses transisi digital ekosistem koperasi di Bangli melalui layanan perbankan yang terintegrasi.
Melalui implementasi layanan digital banking dan pendampingan penerapan Standar Akuntansi Entitas Privat (SA KEP), Bank BPD Bali ingin memastikan koperasi di Bangli naik kelas dengan laporan keuangan yang kredibel serta transaksi yang cepat, aman, dan efisien.
“Kami tidak hanya berperan sebagai penyedia akses pemanduan modal, tetapi juga sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan ekosistem koperasi,” tegas Gede Agus.
Baca Juga : Distribusi Berlanjut, PT TIMAH Salurkan 46 Sapi Kurban Ke Pulau Belitung
Sementara itu, Ketua Dekopinda Bangli, I Wayan Suana, menyambut baik kemitraan ini. Ia mengakui bahwa adaptasi teknologi dan standardisasi laporan keuangan baru merupakan tantangan terbesar yang dihadapi pengurus koperasi saat ini.
Sosialisasi SA KEP dan pengisian ODS (Online Data System) nasional ini adalah jawaban atas kebutuhan pengurus koperasi. “Melalui penandatanganan PKS ini, kami berkomitmen penuh mendorong peningkatan kapasitas SDM pengurus agar lebih akuntabel, sehingga kepercayaan anggota maupun mitra bisnis semakin meningkat,” tandasnya. (*)






