PERSINDONESIA.COM – Sektor Pariwisata menjadi salah satu pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli. Namun upaya, untuk mengembangkan sektor yang menjadi tumpuan tersebut terasa miris dengan minimnya anggaran yang dialokasikan untuk promosi pariwisata. Hal ini menjadi perhatian khusus kalangan anggota DPRD Bangli, I Wayan Sutama.
Menurutnya, sebagai salah satu pendongkrak PAD selayakanya sektor ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah salah satunya terkait anggran promosi pariwisata. Agar bisa mengoptimlakan dan meningkatkan pendapatan dari sektor ini, semestinya harus dibarengi dengan gencarnya melakukan promosi.
Baca Juga : Anggaran Promosi Pariwisata di Bangli Minim, Plafon Media Sosial Jadi Alternatif
Yang mana promosi bertujuan mengenalkan destinasi sehingga mendorog minat dan meyakinkan wisatawan untuk berkunjung dan melakukan transaksi.
”Lewat promosi kita bisa menyampaiakn keberadaan fasilitas dan keunggulan suatu obyek wisata kepada calon wisatawan,” ujar Politisi Partai Golkar ini, Minggu (5/7/2026).
Lebih lanjut kata Wayan Sutama, dengan anggran promosi pariwisata hanya sebesar Rp 130 juta se tahun sudah barang tentu promosi tidak bisa dilakukan secara optimal. “Paling dengan anggaran yang ada hanya bisa mengikuti 2 sampai 3 kali event promosi”, sebutnya.
Baca Juga : Sektor Pariwisata dan Pertanian Dongkrak Realisasi PAD Bangli Tahun 2025
Pihaknya selaku dewan yang kini duduk di Badan Anggaran (Bangar) siap memperjuangkan jika memang dibutuhkan penambahan anggaran untuk promosi pariwisata.
“Kami memilki keyakinan jika pariwisata dikelola dengan profisional akan mampu meningkatkan PAD yang mana di tahun 2025 baru ada diangka Rp 42 miliar dari target Rp 58 Miliar”, pungkas Sutama. (*)






