Persindonesia.com Jembrana – Kabupaten Jembrana sukses mendobrak tradisi dan naik ke peringkat ke-7 se-Provinsi Bali dalam ajang Porjar Provinsi Bali Tahun ini. Setelah tiga tahun berturut-turut (2023 – 2025) tertahan di peringkat ke-9 atau posisi buncit, tahun ini berhasil naik peringkat dengan torehan akhir 36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kerjasama team yang solid serta suntikan motivasi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat melepas atlet beberapa waktu lalu. Meski target awal yang dibebankan adalah menembus posisi lima besar, lompatan ke peringkat 7 ini tetap menjadi sinyal kuat kebangkitan prestasi olahraga di Bumi Makepung.
“Saya menargetkan Kabupaten Jembrana minimal mampu menembus lima besar tingkat Provinsi Bali. Dengan semangat, kerja keras, dan persiapan yang telah dilakukan, saya yakin target itu bisa dicapai,” ujar Bupati Kembang sebelumnya saat melepas atlet, Sabtu (30/5) lalu.
Geger, Warga Bangli Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa di Kolam Lele
Menurutnya, modal penting untuk mendongkrak prestasi daerah kali ini adalah jumlah kontingen yang besar, tingginya partisipasi atlet, serta kuatnya dukungan dari para atlet yang maju secara mandiri.
Dibalik naiknya peringkat ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana rupanya telah menerapkan strategi perombakan total sejak awal tahun. Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dikpora Jembrana, I Kade Prapta Surya Wesnawa dihubungi sabtu (13/6), mengungkapkan bahwa persiapan intensif sudah digenjot sejak bulan Februari.
Karena absennya gelaran Porjar di tingkat Kabupaten, pihak Dikpora mengambil langkah proaktif dengan langsung turun ke lapangan memantau potensi para atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor).
Banjar Penyarikan Jadi Contoh Pengendalian Inflasi Berbasis Komunitas
“Kami melakukan pendampingan rutin ke keseluruhan cabor. Hampir setiap hari kami kunjungi tempat latihan mereka. Kami meminta seleksi ketat terkait atlet yang diberangkatkan, jadi tidak ada penunjukan sembarangan. Selain itu, kami juga menerapkan pendampingan gizi makanan dan pola kebugaran berbasis sport science, serta menetapkan target medali yang jelas per cabor agar mereka termotivasi,” jelas Kade Prapta.
Keterbatasan kuota anggaran tidak menjadi penghalang bagi Jembrana untuk unjuk gigi. Dari kuota resmi Pemkab yang hanya memfasilitasi 230 atlet dan 40 pelatih, Dikpora melakukan pendekatan persuasif kepada para atlet, keluarga, dan pelatih.
Hasilnya luar biasa, gelombang dukungan mandiri muncul secara masif. Sebanyak 122 atlet dan 22 pelatih memutuskan berangkat dengan biaya mandiri atau disponsori oleh keluarga dan pihak swasta. Dukungan gotong royong ini berhasil mendongkrak total kekuatan kontingen Jembrana menjadi 414 orang (352 atlet dan 62 pelatih).
Secara total perolehan medali, Jembrana berhasil mengumpulkan 36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu. Kendati secara kalkulasi medali emas belum memenuhi target awal (45 emas, 30 perak, 28 perunggu), total raihan 123 medali ini sudah lebih dari cukup untuk mengerek posisi Jembrana keluar dari posisi buncit.
Keberhasilan di Porjar Bali 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi perkembangan olahraga di Kabupaten Jembrana, sekaligus membuktikan bahwa dengan sinergi antara pemerintah, atlet, dan masyarakat, keterbatasan mampu diubah menjadi prestasi. HJ






