Di Tengah Krisis Guru dan Kemiskinan, Jembrana Ajukan Sekolah Rakyat ke Pusat

Persindonesia.com Jembrana – Tingginya angka kemiskinan dan kekhawatiran meningkatnya anak putus sekolah mendorong Pemerintah Kabupaten Jembrana mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Melaya. Sekolah berasrama yang seluruh pembiayaannya ditanggung pemerintah pusat itu diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap memperoleh pendidikan yang layak.

Sementara itu, kondisi ekonomi masyarakat Jembrana juga menghadapi tekanan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipengaruhi faktor eksternal, seperti konflik geopolitik di Timur Tengah dan melemahnya nilai tukar rupiah. Kenaikan harga BBM nonsubsidi turut meningkatkan biaya transportasi, distribusi, serta harga oli dan suku cadang kendaraan hal tersebut menyebabkan bahan pokok melonjak tinggi, yang pada akhirnya menambah beban masyarakat dan berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan di Jembrana.

Saat dikonfirmasi, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi sektor pendidikan di Kabupaten Jembrana. Selain tingginya angka kemiskinan, daerah tersebut juga mengalami kekurangan tenaga pendidik akibat banyaknya guru yang memasuki masa pensiun.

Pemprov Bali Percepat Solusi Akses Transportasi Bandara Ngurah Rai untuk Antisipasi Kemacetan

“Tahun ini ada 58 guru yang pensiun. Secara keseluruhan, Jembrana masih kekurangan sekitar 210 guru,” ujarnya, Senin (16/6)

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dapat berdampak pada akses pendidikan masyarakat. Pemkab Jembrana telah mengusulkan formasi guru kepada pemerintah pusat untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik.

“Kami tidak diperbolehkan mengangkat guru kontrak maupun honorer. Karena itu, kami berharap usulan formasi guru yang diajukan bisa disetujui,” katanya.

Pemprov Bali Dorong Penambahan Trip Kapal Padangbai–Nusa Penida untuk Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

Selain persoalan tenaga pendidik, Pemkab Jembrana juga dihadapkan pada kondisi infrastruktur pendidikan yang memerlukan perhatian. Tercatat sebanyak 44 sekolah mengalami kerusakan bangunan.

“Dari jumlah itu, sembilan sekolah sudah diperbaiki tahun lalu. Tahun ini kami hanya mampu memperbaiki lima sekolah karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kekurangan guru, Pemkab Jembrana telah melakukan regrouping atau penataan kembali tenaga pendidik agar distribusi guru lebih merata. Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan sekolah berbasis Hindu melalui program Kementerian Agama.

6.675 Personel Gabungan Layani Aksi Mahasiswa di Sejumlah Titik Jakarta

“Program ini seluruh pembiayaan, mulai dari guru, bangunan hingga operasional ditanggung pemerintah pusat. Di dalamnya juga tersedia asrama sehingga dapat membantu mengurangi beban daerah,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkab Jembrana juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat kepada pemerintah pusat sebagai salah satu upaya mengatasi kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Kembang Hartawan mengatakan dirinya bersama Wakil Bupati telah mengikuti rapat daring dengan Kementerian Sosial yang dipimpin langsung oleh Menteri Sosial untuk membahas usulan tersebut.

Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Data Pertanahan Terintegrasi untuk Wujudkan Program Asta Cita

“Kami sudah mengusulkan Sekolah Rakyat dan menyiapkan lahan seluas 5,9 hektare yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Lokasinya berada di Kecamatan Melaya,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan mengingat angka kemiskinan di Jembrana masih tergolong tinggi. Pemerintah daerah khawatir kondisi ekonomi masyarakat dapat menyebabkan anak-anak putus sekolah.

“Kami ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi untuk itu,” katanya.

Sempat Kabur ke Luar Bali, Sopir Truck Tabrak Lari di Banda Takmung Terciduk di Badung

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang menyediakan berbagai fasilitas bagi siswa, mulai dari tempat tinggal, kebutuhan makan, perlengkapan sekolah hingga dukungan tenaga pendidik dan kependidikan yang dibiayai pemerintah pusat.

“Informasinya, fasilitasnya sangat lengkap. Ada asrama, makan pagi, siang dan malam, perlengkapan sekolah hingga seragam. Operasionalnya juga ditanggung pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekolah tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak di Kecamatan Melaya, melainkan seluruh siswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.

Diduga Akibat Depresi, Lelaki Asal Pikat Nekat Gantung Diri di Pohon Jeruk

Lebih lanjut, Kembang  menegaskan, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara nyata, bukan sekadar memperbaiki data statistik.

“Kami tidak ingin hanya menurunkan angka di atas kertas. Yang terpenting adalah bagaimana mengubah nasib masyarakat secara nyata. Salah satu kuncinya adalah pendidikan,” tegasnya.

Menurutnya, rendahnya tingkat pendidikan menjadi salah satu faktor yang memicu kemiskinan. Karena itu, Pemkab Jembrana terus mendorong peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui berbagai program, termasuk Sekolah Rakyat.

Jembrana Bangkit! Lepas dari Posisi Buncit, Melonjak ke Peringkat 7 Porjar Bali 2026

“Melalui pendidikan yang lebih baik, kami berharap masyarakat bisa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk keluar dari kemiskinan,” pungkasnya. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *