Harga Cabai Melonjak 60 Persen, Sejumlah Bahan Pokok di Jembrana Ikut Naik Jelang Galungan

Persindonesia.com Jembrana – Lonjakan harga mulai menghantui masyarakat menjelang Hari Raya Galungan. Di Kabupaten Jembrana, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir, dengan cabai menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling tajam hingga mencapai Rp 80 ribu per kilogram (kg).

Selain Kenaikan harga dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi ketersediaan pasokan. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan tidak masuknya pasokan cabai dari Pulau Jawa pada Jumat (12/6/2026). Menurut informasi, kenaikan ini juga diduga dipicu biaya transportasi lantaran melemahnya harga rupiah yang diimbangi dengan melonjaknya harga BBM serta onderdil kendaraan seperti oli dan spare part.

Saat dikonfirmasi, pedagang di Pasar Umum Negara, Ni Wayan Muliada (55), mengatakan harga cabai telah naik secara bertahap selama sekitar lima hari terakhir. Dari sebelumnya Rp 50 ribu per kg, kini harga cabai telah mencapai Rp 80 ribu per kg atau naik sekitar 60 persen.

“Kenaikan sudah terjadi sekitar lima hari lalu secara bertahap, terutama cabai. Kemarin cabai itu Rp 80 ribu dari harga awal Rp 50 ribu,” ujarnya, Jumat (12/6)

Sangat Alot! Maria Eminenta Bongkar Drama 24 Pasal Konvensi 193 ILO 114 Sampai Hampir Deadlock

Tak hanya cabai, kata Muliada, sejumlah komoditas dapur lainnya juga mengalami kenaikan. Harga bawang putih yang sebelumnya Rp 25 ribu per kg kini melonjak menjadi Rp 40 ribu per kg. Sementara tomat naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per kg.

Menurut Muliada, kenaikan harga komoditas lain masih tergolong wajar. Namun, kosongnya pasokan cabai membuat harga komoditas tersebut berpotensi kembali mengalami kenaikan.

“Kalau yang lain kenaikannya masih wajar. Cuma hari ini pasokan cabai tidak ada yang masuk, jadi belum tahu harga pastinya per hari ini,” katanya.

Menyikapi gejolak harga menjelang Galungan dan Kuningan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Jembrana menggelar operasi pasar murah di tiga lokasi berbeda.

Lepas Ratusan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Wabup Ipat Tekankan Kejujuran Data Lapangan

Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Pasar Umum Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo pada Rabu (10/6), depan Pasar Umum Banjar Tengah, Kecamatan Negara pada Kamis (11/6), serta di Pasar Umum Pekutatan pada Jumat (12/6).

Dalam operasi pasar yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 Wita itu, pemerintah menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), telur ayam ras, dan minyak goreng Minyakita.

Fungsional Analis Perdagangan Dinas KUKMP Jembrana, Putu Gede Mahaputra, mengatakan operasi pasar dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi potensi kelangkaan pangan menjelang hari raya.

“Operasi pasar ini kami laksanakan untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, khususnya beras medium yang saat ini sudah banyak dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu juga untuk antisipasi kelangkaan minyak goreng serta membantu masyarakat jelang hari raya,” ujarnya.

Kurma Asih Perancak Raih Kalpataru Lestari 2026, Bukti 29 Tahun Konsisten Selamatkan Penyu

Masyarakat dapat membeli komoditas tersebut secara eceran maupun dalam bentuk paket senilai Rp 122 ribu yang berisi satu sak beras SPHP ukuran 5 kilogram, satu krat telur ayam ras, dan satu liter minyak goreng Minyakita.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Dinas KUKMP menyiapkan pasokan yang sama di setiap lokasi operasi pasar, yakni satu ton beras SPHP atau 200 sak, 20 dus Minyakita setara 240 liter, serta sekitar 50 krat telur ayam ras. “Harapannya kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan harga di pasaran tetap terkendali,” pungkas Mahaputra. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *