Persindonesia.com Jembrana – Penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk lumpuh selama kurang lebih 1 jam mulai dari pukul 15.10 sampai 16.20. Hal tersebut dikarenakan cuaca sangat ekstrem hujan lebat disertai angin kencang, sehingga jarak pandang nahkoda terbatas dikarenakan laut di selimuti kabut tebal. Hal tersebut bisa membahayakan kapal, dan kemungkinan bisa menyebabkan tabrakan antar kapal.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali-NTB memutuskan untuk menghentikan sementara operasional kapal.
Dandim 1617/ Jembrana Lepas Personel Yang Laksanakan Satgas BKO Ke Kodam XVII/Cendrawasih
Saat dikonfirmasi terkait penutupan Penyeberangan tersebut, Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali-NTB Satuan Pelayanan (Satpel) Gilimanuk, I Nyoman Sastrawan mengatakan, dikarenakan cuaca yang sangat buruk, operasional di kapal selat Bali untuk sementara dihentikan.
“Kapal yang sedang berlayar diminta untuk mendekat ke pelabuhan terdekat dan mengapung ditempat yang aman untuk sementara waktu. Untuk kapal yang sedang bongkar muat tetap menunggu di dermaga sampai Penyeberangan dibuka kembali,” terangnya. Kamis (2/12/2021).
Sastrawan menambahkan, dikarenakan oprasional di Pelabuhan Gilimanuk ditutup, pengguna jasa Penyeberangan tidak padat, sehingga tidak ada antrian panjang kendaraan. Pihaknya menutup hampir 1 jam dan dibuka kembali pada pukul 16.20 wita. (sub/ida)






