Derita Epilipsi Sejak Lahir, Pemuda Asal Belantih Nekat Akhiri Hidup di Pohon Alpukat

PERSINDONESIA.COM – Seorang pemuda bernama I Gede Eka Prakusa (29) yang beralamat di Banjar Luahan, Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri padaj sebuah pohon alpukat yang ada ada di belakang rumahnya. Peristiwa ulah pati dengan cara gantung diri yang terjadi, Rabu (1/7/2026) tersebut sontak membuat saksi yang sekaligus orang tua I Gede Eka Prakusa beserta warga setempat geger.

Informasi yang berhasil terhimpun, peristiwa yang menggegerkan ini bermula saat saksi sekaligus ibu korban I Wayan Sukrami pukul 08.00 Wita meninggalkan korban sendirian dirumah untuk bekerja sebagai buruh harian. Selanjutnya pada pukul 17.00 Wita Ni Wayan Sukarmi pulang dari bekerja dan mendapati rumah dalam keadaan kosong dan begitu juga anaknya tidak ada dirumah.

Baca Juga : Geger! Sempat Hilang, Warga Negari Ditemukan Tak Bernyawa Dengan Luka Robek di Perut dan Pinggang

Dalam keadaan panik, kemudian Ni Wayan Sukarmi meminta tolong kepada saksi lainnya saudaranya I Nyoman Suarta (saudaranya) untuk ikut membantu mencari keberadaan anaknya. Dan berselang 30 menit dari pencarian, Ni Wayan Sukarmi menerima informasi dari saksi Suarta bahwa anaknya ditemukan tergantung di pohon alpukat yang berjarak lebih kurang 20 meter dari belakang rumahnya. Mendengar hal tersebut Nyoman Sukarmi histeris dan seketika pingsan. Guna proses lebih lanjut peristiwa yang terjadi dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Kapolsek Kintamani, Kompol I Made Dwi Puja Rimbawa saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026) membenarkan kejadian bunuh diri tersebut. Lanjut Kapolsek, setelah laporan diterima, personel Polsek Kintamani bergegas mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setiba dilokasi personel kemudian melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Bangli serta petugas medis Puskesmas Ķintamani 3.

Dan dari hasil pemeriksaan petugas tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, petugas juga mendapati barang bukti berupa tali plastik warna biru dengan panjang kurang lebih 90 Cm yang dipakai korban gantung diri.

“Kuat dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat penyakit epilepsi yang tak kunjung sembuh sejak lahir”, terang Kompol Dwi Puja Rimbawa.

Baca Juga : Polsek Kintamani Sabet Juara 1 Olah TKP Gantung Diri Hari Bhayangkara

Kata Kapolsek, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban terakhir kontrol ke rumah sakit pada tahun 2021, namun semenjak bapaknya meninggal dunia kontrol berhenti dilakukan. “Atas meninggalnya korban, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima peristiwa tersebut sebaga musibah dengan membuat surat pernyataan terlampir”, pungkas Dwi Puja Rimbawa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *