Antisipasi Gelombang Tinggi, BPTD Gilimanuk Intensifkan Pemeriksaan Keselamatan Pelayaran

Persindonesia.com Jembrana – Belakangan ini, Selat Bali dilanda gelombang dan arus yang cukup keras. Cuaca buruk dan kondisi tersebut terjadi selama beberapa hari terakhir, Selat Bali dilanda gelombang dan arus yang cukup keras. Beberapa nahkoda kapal melaporkan bahwa gelombang di Selat Bali mencapai lebih dari dua meter pada Senin (22/5/2023).

Selain itu, arus yang sangat kuat juga mengancam keselamatan pelayaran. Diperkirakan bahwa kondisi ini akan berlanjut selama beberapa minggu ke depan. Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Gilimanuk telah melakukan pengecekan protokol keselamatan pelayaran di Selat Bali.

Setiap kapal diperiksa sesuai dengan prosedur keamanan yang telah ditetapkan. Salah satu protokol keselamatan pelayaran yang wajib dilakukan adalah pengikatan kendaraan pada kapal atau lashing. Langkah ini penting dilakukan agar kendaraan tidak terguling di dalam kapal saat cuaca buruk, yang dapat membahayakan keselamatan penumpang dan kapal itu sendiri.

Kasus Dugaan Korupsi LPD Yehembang Kauh, Tersangka INP Ditahan Selama 20 Hari

Kepala BPTD Satuan Pelaksana (Satpel) Gilimanuk, I Nyoman Agus Sugiarta, menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan dan mengimbau setiap kapal untuk melaksanakan pengikatan kendaraan.

“Karena cuaca seringkali berubah secara tiba-tiba, kami melakukan langkah antisipasi setiap hari. Jika kendaraan belum terikat dengan baik, kami menunda keberangkatannya. Kami selalu mengingatkan hal ini. Jadi, jika kendaraan belum terikat dengan baik, keberangkatannya akan ditunda hingga kendaraan di dalam kapal benar-benar terikat dengan baik,” jelasnya.

Selama cuaca buruk terjadi, pihaknya terus menekankan pentingnya mentaati dan melaksanakan protokol keselamatan pelayaran dengan baik kepada nahkoda dan awak kapal. Jika tidak dilakukan, sanksi berupa larangan berlayar akan diberlakukan. “Selain itu, penundaan pelayaran juga mungkin dilakukan demi keamanan penumpang dan awak kapal. Pengguna jasa dan penumpang diimbau agar langsung naik ke kapal dan tidak berada di dalam mobil atau menghidupkan mesin selama pelayaran,” tambahnya.

BP2MI Gandeng SPMI-PP Gelar Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran 

Sementara itu, Nahkoda KMP Satria Nusantara, Mohammad Saiful Rizal, mengungkapkan bahwa cuaca di Pelabuhan Selat Bali saat ini kurang menguntungkan. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan pengikatan kendaraan dan lashing, termasuk muatan berat. “Ombak atau gelombang diperkirakan akan tetap tinggi dalam tiga hari ke depan,” jelasnya. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *