Persindonesia.com Jembrana – Asik bersandar di pagar pembatas kapal, penumpang KMP Samudera Utama bernama Mareta Arfianto (34), warga asal Lumajang, merasa pusing korban terjatuh ke perairan Selat Bali pada Senin (20/4/2026) pagi. Korban sempat terombang ambing di laut yang akhirnya diselamatkan oleh KMP Trisna Dwitya yang sedang melintas.
Informasi yang didapat, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 hingga 09.40 Wita. Saat itu, KMP Samudera Utama sedang dalam perjalanan bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Saat dikonfirmasi, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo menuturkan, kejadian bermula saat korban tengah bersandar di railing (pagar pembatas) sebelah kanan buritan kapal kemudian tiba-tiba terjatuh ke tengah laut Selat Bali.
Harga Plastik di Jembrana Melonjak hingga 60 Persen, Pedagang Kecil Kian Terjepit
“Korban sempat terombang-ambing benerapa saat sebelum diselamatkan kapal lain yang melintas. ia merasa pusing saat bersandar di railing. Hal itu menyebabkan korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke laut,” terangnya. Senin (20/4/2024).
Ia mengaku, korban diselamatkan oleh KMP Trisna Dwitya yang saat itu sedang melintas. “Korban diselamatkan oleh awak kapal KMP Trisna Dwitya yang saat itu juga sedang melintas. Awak kapal melihat korban sedang mengapung dan meminta pertolongan di tengah laut langsung menerjunkan pelampung.
“Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung diberikan pertolongan pertama (P3K) di ruang medis kapal oleh kru yang bertugas,” ucapnya.
Lebih jelasnya Yuli mengatakan, Setelah dilakukan pemeriksaan medis awal dan kondisinya dinyatakan stabil, korban dibawa menuju Pelabuhan Ketapang. Setibanya di dermaga, korban langsung diserahkan kepada petugas pelabuhan untuk penanganan lebih lanjut.
“Petugas tidak menemukan unsur kesengajaan maupun tindakan mencurigakan dalam insiden ini. Peristiwa tersebut murni kecelakaan akibat kondisi fisik korban yang menurun. Korban telah sampai di Pelabuhan Ketapang untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya. Ts






