PersIndonesia.Com,Gianyar- Tim gabungan yang digawangi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar bersama Polsek Sukawati, Satpol PP Gianyar, TNI dan Kesbangpol Gianyar melakukan pengecekan pada 7 toko penjual vape (vape store) di Kawasan Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan langsung terhadap cairan Vape yang beredar dan mengambil beberapa sampel produk yang paling laris serta menyampaikan pesan tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika melalui Vape.
Baca Juga : Waspada Bahaya Vape, BNNK Gianyar Ajak Guru Bergerak
Kepala BNNK Gianyar, Sudirman mengatakan penggunaan Vape atau rokok elektrik.kini menjadi tren di kalangan anak muda. Banyak anggapan jika Vape lebih aman bila dibandingkan rokok konvensional. Padahal potensi bahayanya tidak bisa disepelekan. Cairan vape bisa saja disalahgunakan dengan campuran zat terlarang termasuk Narkotika.
“Berkaca dari fenomina ini, kami melakukan aksi pemantuan langsung dengan menyasar 7 toko di kawasan Batubulan yang terkenal ramai dikunjungi anak muda. Kegiatan berlangsung pada hari Selasa, (02/9)”, jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/9).
Lanjut disampaikan Sudirman, langkah ini dilakukan bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat terutama pemilik toko. Diakuinya, upaya ini penting agar generasi muda tidak terjebak dalam tren yang kelihatannya kren tapi bisa merusak masa depan.
Lebih baik mencegah sejak dini. Anak muda harus bisa jadi generasi cerdas, sehat dan berdaya. “Jangan biarkan rokok elektrik jadi pintu masuk Narkotika”, tegas Kepala BNNK Gianyar.
Menurut Sudirman, tidak semua cairan Vape aman. Ada indikasi produk tertentu bisa saja mengandung zat berbahaya, seperti Etomidate yang memicu ketergantungan atau tren disebut Vape Zombie. “Karena itu, kesadaran dari pengguna dan pengelola toko jadi kunci pencegahan”, imbuhnya.
Kegiatan pemantuan yang dilakukan berjalan humanis dan kondusif. Para pemilik Vape Store juga diberi pemahaman untuk lebih selektif terhadap barang-barang yang dijual.
“Dengan sinergi aparat dan masyarakat, kami berharap Gianyar bisa terus bergerak menuju Gianyar yang Bersinar (Bersih Narkoba)”, tandasnya. (*)






