Apresiasi Kreativitas Anak PAUD Ikuti Parade Ogoh-Ogoh, Bupati Satria Ajak Perkuat Nilai Budaya

Persindonesia.Com,Klungkung – Bupati Klungkung membuka gelaran Parade Ogoh-Ogoh tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Klungkung yang mengusung tema “Ogoh -Ogoh Ceria Menuju Harmoni, Peduli Sesama dan Alam Semesta”. Kegiatan berlangsung di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Sabtu (7/3/2026).

Turut hadir dalam kegiatan yang digelar serangkian menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 tersebut, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gede Surya Putra, Ketua TP PKK Klungkung, Ny. Eva Satria dan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadis Dikpora) Klungkung, I Ketut Sujana.

Baca Juga : Bupati Satria Tuntaskan Penyerahan Simbolis Dana Apresiasi Pembuatan Ogoh-Ogoh

Suasana tampak meriah saat anak-anak PAUD/TK di Klungkung dengan penuh semangat mengarak ogoh-ogoh berukuran kecil dihadapan ratusan penonton yang memadati tempat dilaksanakannya gelaran parade Ogoh-Ogoh berkuran mini tersebut.

Ket Foto: Semangat anak-anak PAUD yang mengarak ogoh-ogoh dalam parade yang berlangsung di depan monumen Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung. Dok (*)

Pada kesempatannya, Bupati Satria Bupati Satria menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Disdik Klungkung, para pendidik PAUD serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini.

Selain itu juga kreativitas para guru, orang tua dan masyarakat yang telah bersama-sama mendampingi anak-anak dalam mempersiapkan ogoh-ogoh yang ditampilkan hari ini.

Menurutnya, anak-anak PAUD merupakan generasi penerus bangsa yang kelak akan menjaga dan melestarikan budaya Bali. Jadi melalui kegiatan seperti ini, anak-anak diperkenalkan pada kearifan lokal, nilai gotong-royong, kreativitas serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Hal ini sangat sejalan dengan upaya kita dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta cinta terhadap tradisi leluhur,” ujarnya.

Kata Bupati Satria, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Dengan demikian, anak-anak kita tidak hanya mengenal tradisi, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya yang kita miliki.

Baca Juga : Dupa Bekas Sembahyang Lupa Dimatikan, Piasan Warga Koripan Ludes Terbakar

Semangat kebersamaan ini menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga dan masyarakat.

“Kegiatan parade ogoh-ogoh ini bukan hanya sebagai bentuk perayaan budaya menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai budaya Bali sejak usia dini”, tegasnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *