Klungkung Resmi Uji Coba Penggunaan Mesin Pirolisasi Pengolahan Sampah Dari Investor dan Unesco

PERSINDONESIA.COM – Mesin Pirolisasi di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center di Banjar Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung secara resmi di uji coba. Kegiatan uji coba secara simbolis dihadiri oleh sejumlah pihak strategis, di antaranya Direktur Utama PT Inpac Internasional A.A. Pablo Subamya, dari PT Bali Bersih Bersinar I Gede Kurniawan, serta Koordinator UNESCO untuk Asia Tenggara, Mr. Efrat, Selasa (9/6).

Sementara itu, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) hadir Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wabup Tjokorda Gde Surya Putra serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (Kadis LHK) Klungkung, Dewa Komang Aswin melakukan peninjauan uji coba terhadap mesin hasil kerjasama dengan investor juga Unesco.

Baca Juga : Jadi Sasaran Perdana Sensus Ekonomi 2026, Wabup Tjok Surya Berharap Pelaksanaan di Klungkung Sukses

Bupati Satria menyampaikan kehadiran jajaran pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan performa alat bekerja dengan optimal sejak tahap awal. Menurutnya, teknologi pirolisis ini merupakan sistem yang direkomendasikan langsung oleh pemerintah pusat.

“Dari hasi pemantuan sistem kerjanya bukan pembakaran, melainkan pemanasan suhu tinggi (pyrolysis). Karena tidak dibakar, alat ini tidak menghasilkan asap, melainkan uap air, sehingga sangat ramah lingkungan,” terangnya.

Kata Bupati Satria, meski diklaim minim polusi, namun pihaknya tetap akan melakukan pengujian emisi secara ketat dalam waktu dekat. Uji emisi akan tetap dilakukan, sehingga Pemkab memiliki dokumentasi ilmiah yang legal dan dapat dipertanggungjawabkan saat mesin ini mulai beroperasi penuh setiap hari untuk menangani persoalan sampah di Klungkung.

Selain itu, mengingat sistem mekanisasi yang digunakan tergolong mutakhir, operasional alat saat ini masih dipandu oleh Sumber Daya Manusia (SDM) dari pihak investor. Namun demikian, kami mengupayakan agar proses transfer teknologi segera berjalan dengan meminta pihak investor melatih tenaga lokal Klungkung secara intensif, sehingga bisa mandiri mengoperasikannya.

“Saat ini, astungkara, sudah ada beberapa SDM daerah yang mulai lancar mengoperasikan alat ini. Kerja sama dengan pihak ketiga ini harus menjadi solusi jangka panjang yang tuntas,” ungkap Bupati Satria.

Kehadiran UNESCO dalam proyek ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi Kabupaten Klungkung. Lembaga internasional tersebut berkomitmen untuk mengabarkan inovasi pengelolaan sampah ramah lingkungan di Klungkung ini ke panggung dunia. Sebagai bentuk keseriusan, UNESCO saat ini tengah membangun kantor perwakilan serta klinik kesehatan di dalam kawasan TOSS Center.

Ke depan, operasional TOSS Center ini akan diintegrasikan secara linear dengan program pengolahan sampah berbasis sumber guna memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Melihat potensi besar tersebut, Bupati Satria menyampaikan visinya untuk mengubah wajah tempat pengolahan sampah menjadi area yang asri dan produktif.

“Saya berharap lingkungan TOSS Center Karangdadi ini terus ditata. Target kita ke depan, tempat ini tidak lagi dipandang sebagai lokasi pembuangan sampah yang kumuh, melainkan bertransformasi menjadi objek wisata edukasi bagi warga sekitar maupun wisatawan,” ucap Bupati Satria.

Baca Juga : Komitmen Transparan dan Akuntabel Tata Kelola Pemerintahan, Klungkung Kembali Raih WTP

Sementara itu, Kadis DLHK Klungkung, Dewa Komang Aswin, menjelaskan bahwa seluruh komponen utama sistem pengolahan saat ini telah berhasil dirakit. Teknologi ramah lingkungan yang diadopsi dari Cook Island ini dikelola melalui kolaborasi PT Inpac Solutions Indo dan PT Bali Bersih Bersinar.

“Komponen utama yang sudah siap meliputi mesin pirolisis utama berkapasitas 750 kilogram, sistem pendingin, hingga jalur pengolahan hilir,” jelasnya.

Disebutkan pula, kawasan TOSS Center maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) tingkat desa di seluruh Klungkung sendiri rata-rata memproduksi sekitar 200 ton sampah per hari. “Dengan kemampuan total pengolahan kumulatif yang diproyeksikan hingga 400 ton sampah per hari, teknologi ini diharapkan mampu mempercepat pembersihan gunungan sampah residu”, pungkas Aswin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *