Persdonesia.com Jembrana – Desa Nusasari Kecamatan Melaya kini dijadikan sebagai pilot project pengembangan budidaya tanaman Pinang Betara. Pasalnya, varietas unggul tanaman dari Kabupaten Tanjung Jabung Provinsi Jambi-Sumsel ini, selain umurnya hanya butuh waktu cepat 3-4 tahun sudah mulai bisa menghasilkan, juga secara ekonomi harganya menggiurkan dan kompetitif.
Sebagai wujud kemitraan antara pihak perusahaan yakni, PT. Sinar Krisna Logistik, Palembang Sumatera Selatan ini, secara simbolis bibit Pinang Betara siap tanam (Polybag) diserahkan kepada bupati I Nengah Tamba yang selanjutnya diserahkan kepada para petani bertempat di balai dusun Nusasari desa Nusasari-Melaya, Kamis(4/11).
Penguatan Prokes Pada Pemberlakuan PPKM Level 2 di Bali
Kepada petani, Bupati Tamba minta agar menjadi petani Seken-Seken (sungguh-sungguh). ”Hanya satu pesan saya kepada warga masyarakat khususnya di Nusasari ini. Jadilah petani disiplin. Jadilah petani seken. Seken-seken jadi petani. Jangan coba-coba main-main lagi. Waktu kita sudah habis apalagi umur para petani kita ini sudah usia semua. Mari kita berkebun Pinang Betara dulu. Kami juga sudah menginstruksikan kepada desa-desa lainnya di Jembrana agar agar desa memiliki produk tanaman unggulannya masing-masing,” ujarnya.
Bupati mengatakan dimasa pandemi komoditi pertanian menjadi sektor unggulan yang mampu bertahan. Karena itu pertanian harus ditekuni karena hasilnya terbukti menjanjikan.
Dorong UMKM Bangkit dan Kreatif, Bupati Tamba Serahkan Motor Listrik
“Masa pandemi kita garap betul komoditas pertanian. Kita sudah lakukan ekspor manggis alpokat sudah kita tanam 30 rb pohon. Demikian juga ada pisang cavendish di Jembrana. Tujuannya, 3-4 tahun kita bisa ekspor apa yang kita tanam ini. Begitu bibit kita tanam sudah ada perjanjian pembelian,” kata Bupati.
Karena itu, Bupati Tamba mengapresiasi pihak pengusaha lantaran telah mengimplementasikan berbagai pengalamannya khususnya pembudidayaan tanaman Pinang Betara. Hasilnya sudah dibuktikan mengangkat harkat para petani di berbagai daerah di Indonesia.
Siswa – Siswi SMA di Kabupaten Tegal Ini Bangga Jadi Satgas Covid-19 Pelajar
“Tentu saya sebagai bupati mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak perusahaan. Sebagai warga Desa Nusasari yang telah lama menggeluti budidaya tanaman Pinang Betara di berbagai darah di Indonesia, saat ini bapak bisa pulang kampung untuk berbagi pengalaman serta langsung bersosialisasi terkait budidaya tanaman ini. Saya harap bantu dan bimbinglah warga masyarakat ini agar nanti benar-benar menjadi petani dan penghasil dari produk tanaman Pinang Betara yang berhasil,” harapnya.
Selain itu, Bupati Tamba juga menegaskan agar produk yang dihasilkan para petani dapat ditampung dan dibeli sesuai harga yang telah disepakati. ”Biasanya, ketika tanaman petani mulai memasuki pasca panen harganya tidak menentu bahkan turun drastis. Kalau itu terjadi, kasihan petani kita ini. Saya minta kepada pihak perusahaan nantinya hasil pertanian ini dibeli dengan harga yang layak sesuai kesepakatan,” tegasnya.
Jelang HUT Korps Brimob Polri ke-76, Brimob Parepare gelar Vaksinasi keliling
Manager perusahaan dari PT Sinar Krisna Logistik, Susel, I Wayan Tulu mengatakan, perusahaan akan membeli produk pertanian dari tanaman Pinang Betara selama-lamanya dan sebanyak-banyaknya. ”Kami siap untuk membeli produk dari para petani ini selamanya dan sebanyak-banyaknya. Kami tidak mungkin tidak membelinya. Kami juga sudah siapkan jaminannya,” pungkasnya. (sb/ed27)






