Dewan Bangli Soroti Minimnya Penampungan Sampah Sebabkan Kesan Kumuh

PersIndonesia.Com,Bangli- Persoalan penanganan sampah terus menjadi perhatian di tengah-tengah gencarnya penanganan oleh Pemerintah. Berkaca dari hal tersebut, sejauh ini fasilitas penunjang untuk penanganan sampah di kabupaten Bangli masih kurang. Imbasnya penanganan sampah belum bisa dilakukan secara optimal dan hal ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Hal tersebut dikatakan anggota DPRD Bangli, I Nyoman Muliawan.

Menurut Politisi Partai NasDem ini, pihaknya kerap mendapat semacam keluhan dari masyarakat terkait minimnya fasilitas berupa penampungan sampah (tong sampah). Yang mana mau tidak mau masyarakat menaruh sampah dengan cara dibungkus baik dengan kantong plastik atau karung di depan teras rumah.

Baca Juga : Dewan Bangli Desak Pemerintah Tuntaskan Pembersihan Ikan Mati Akibat Semburan Belerang

“Kadang sampah sebelum diangkut petugas berserakan karena dikorek anjing, tentu kondisi ini akan membawa kesan kumuh (jorok),” ujar Muliawan, Rabu 30 Juli 2025.

Lebih lanjut kata Muliawan, hal ini sangat dirasakan terutama oleh masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan dan tempat tinggalnya agak jauh dari jalan raya. Sebagai contoh, kawasan perumahan di LC Bukal, akibat tidak ada tong sampah warga harus menunggu mobil angkut sampah datang.

“Idealnya harus disediakan tong sampah, sehingga warga yang tidak terjamah oleh mobil angkut sampah bisa membuang sampah disana, apalagi pengenaan retribusi sampah mulai gencar dilakukan dengan menggandeng perangkat desa,” tegas Dewan asal Desa Songan, Kintamani ini.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya memang tidak lagi menyediakan fasilitas tong sampah. Untuk proses pengakutan sampah memang telah terjadwal yakni dari pukul 05.00 wita sampai pukul 07.00 wita. “Jika sampai ada sampah tercecer petugas dengan kendaraan viar akan melakukan penyisiran”, katanya.

Selain itu kenapa pihaknya tidak menyediakan fasilitas tong sampah, karena berkaca dari pengalaman justru ada penolakan dari warga jika tong sampah ditempatkan di dekat tempat tinggalnya.

Baca Juga : Ketua DPRD Bangli Pastikan Eksekutif Komitmen Laksanakan Perda Perubahan APBD 2025

Sejatinya ada 2 unit bak sampah yakni jenis dam roll dan kontainer sampah. Dan bak ini sering dipinjam atau dimanfaatkan oleh warga saat ada kegiatan upacara keagamaan.

“Kami tegaskan lagi DLH Bangli memiliki komitmen bagaimana Bangli ini agar tetap bersih nyaman dan lestari,” ungkap Putu Ganda Wijaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *