Persindonesia.com Banyuwangi – Dua jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali berhasil ditemukan dan teridentifikasi pada Selasa (8/7/2025). Kedua jenazah ditemukan di sekitar perairan Selat Tanjung Anjir Sembulungan, Banyuwangi, oleh nelayan setempat dan telah dievakuasi ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi.
Korban pertama yang ditemukan pada pukul 01.24 WIB adalah Muh. Aris Setiawan (23), warga Lingkungan Babadan, RT 4 RW 8, Blitar. Ia ditemukan mengapung oleh seorang nelayan pada jarak sekitar 18,58 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Sementara itu, korban kedua ditemukan pada pukul 05.30 WIB di lokasi yang tak jauh berbeda, sekitar 20,21 NM dari LKP. Jenazah tersebut teridentifikasi sebagai Rido Anggoro (29), warga Dusun Bodean, Kelurahan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.
Bali Primadona Wisatawan Mancanegara
Koordinator SMC Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya, E. Eko Suyatno, menjelaskan, hingga hari ini arah pencarian masih difokuskan ke selatan dari titik tenggelamnya kapal. “Luas area pencarian oleh SRU Laut mencapai 182 nautical mile persegi, sedangkan pencarian lewat udara mencakup 255 NM² dengan radius terbang sekitar 135 NM,” ungkap Eko.
Penyisiran di darat juga terus dilakukan, mulai dari Pantai Pebuahan ke arah barat hingga Pantai Cupel. Pada pukul 10.10 Wita, Tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang bukti yang merupakan kelengkapan dari KMP Tunu Pratama Jaya, seperti obat-obatan, smoke signal, dan lifecraft.
Hingga Selasa siang, total korban selamat berjumlah 30 orang, sementara jumlah korban meninggal yang telah teridentifikasi mencapai 10 orang. Proses pencarian korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Bw






