Persindonesia.Com,Bangli – Kebakaran menimpa rumah I Nengah Sudarta (85) yang berlokasi di Banjar Peselatan, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Meskipun tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, namun akibat kebakaran yang terjadi, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 16.00 Wita tersebut menimbulkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah.
Informasi yang terhimpun, sebelum peristiwa kebakaran terjadi, sekitar pukul 12.00 Wita isteri dari Nengah Sudarta sempat melakukan persembahyangan di kamar suci. Kemudian pada pukul 16.00 Wita tiba-tiba korban Nengah Sudarta melihat kepulan asap dari rumahnya.
Baca Juga : Polisi Bandara Ngurah Rai Berhasil Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik di Bekasi
Melihat itu, korban pun bergegas melakukan pengecekan ke dalam rumah dan menemukan kobaran api besar telah membakar atap rumah. Saat itu korban Sudarta sempat ingin menyelamatkan barang-barang berharga miliknya namun keburu ditarik oleh Ni Luh Jasmin.
Dalam kondisi kalang kabut, kemudian Nengah Sudarta bersama Ni Luh Jasmin serta keluarga meminta bantuan warga setempat untuk membantu melakukan pemadaman api yang membakar rumah. Setelah berupaya selama satu setengah jam bersama-sama melakukan pemadaman dengan alat seadanya, akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan.
Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Ketut Gede Ratwijaya saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026) membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Lanjutnya, setelah menerima laporan, petugas Polsek Kintamani langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari hasil identifikasi yang dilakukan petugas, adapun barang yang terbakar yakni, 4 bokor selaka, uang tunai sebesar Rp 3 juta, BPKB sepeda motor Honda Prima, 2 unit sepeda gayung, 6 buah veleg sepeda motor, 5 buah cincin emas seberat 10 gram, 2 bunga emas seberat 3 gram.
“Dalam peristiwa kebakaran tersebut nihil korban jiwa, namun kerugian materiil yang dialami korban kurang lebih mencapai Rp 100 juta”, terangnya.
Baca Juga : Uang dan Jaminan Nasabah Aman, Operasional LPD Cempaga Normal Pasca Dilanda Kebakaran
Menurut Ratwijaya, dari hasil olah TKP dan penyelidikan yang dilakukan, petugas menemukan satu batang kayu bekas terbakar dan kapas bantal tempat duduk. “Kuat dugaan terjadinya kebakaran akibat dupa sisa persembahyangan, mengingat sebelum kejadian korban sempat melakukan persembahyangan”, tandasnya. (*)






