Persindonesia.com Jembrana – Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik bertepatan dengan malam pengerupukan Nyepi diimbau berangkat lebih awal serta memanfaatkan aplikasi Ferizy milik ASDP untuk membeli tiket penyeberangan.
Pembelian tiket secara daring tersebut juga memberikan potongan harga bagi pengendara sepeda motor dan kendaraan penumpang. Sementara itu, di Kabupaten Jembrana tercatat sebanyak 298 ogoh-ogoh akan diarak masyarakat pada malam pengerupukan.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan saat pengarakan ogoh-ogoh di wilayah Jembrana.
Ia menyebutkan, tahun ini tercatat sebanyak 298 ogoh-ogoh akan diarak oleh masyarakat di berbagai banjar. Untuk menjaga kelancaran kegiatan, kepolisian bersama masing-masing Polsek telah mengatur agar ogoh-ogoh keluar secara bertahap sehingga tidak terjadi pertemuan atau benturan antarbanjar di jalan.
Polisi Bandara Ngurah Rai Berhasil Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik di Bekasi
“Pengaturan ini sudah kami koordinasikan dengan masing-masing Polsek agar ogoh-ogoh keluar secara bertahap. Pengawalan nantinya dilakukan oleh pecalang dan dibantu personel kepolisian di wilayah masing-masing,” ujarnya, Senin (9/3)
Selain pengamanan kegiatan ogoh-ogoh, Polres Jembrana juga mengantisipasi lonjakan arus mudik yang diperkirakan terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan, termasuk rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama periode mudik.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan aplikasi Ferizy milik ASDP untuk membeli tiket penyeberangan lebih awal guna menghindari penumpukan saat pembelian tiket di pelabuhan. “ASDP juga memberikan potongan harga bagi pengendara sepeda motor dan kendaraan penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi Ferizy,” jelasnya.
Ia menambahkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 15 hingga 18 Maret 2026. Karena itu, masyarakat diimbau melakukan perjalanan lebih awal agar tidak terjebak kepadatan kendaraan.
Libatkan Ribuan Peserta, Bupati Sedana Arta Pimpin Aksi Bersih Sampah di Danau Batur
Terkait pengaturan kendaraan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, pihak kepolisian memastikan seluruh kendaraan tetap tertib dalam antrean di Terminal Kargo Gilimanuk. Jalur khusus juga akan disiapkan bagi masyarakat lokal Gilimanuk.
“Kami memastikan seluruh kendaraan tetap masuk melalui Terminal Kargo Gilimanuk. Akan ada jalur khusus untuk masyarakat Gilimanuk dan kami pastikan tidak ada yang mengambil kesempatan untuk menerobos antrean,” tegasnya.
Sementara itu, dari sisi kesiapan sarana dan prasarana, Polres Jembrana menargetkan seluruh fasilitas pendukung di kawasan Gilimanuk sudah optimal pada 11 Maret 2026. Sedangkan untuk jalur Denpasar–Gilimanuk, perbaikan jalan berlubang dan penerangan jalan ditargetkan rampung pada 10 Maret 2026.
Untuk pelaksanaan Hari Raya Nyepi, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup mulai 19 Maret 2026 pukul 05.00 Wita dan kembali dibuka pada 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
“Terima Kasih Ya Nak…” Nenek Selamat Berkat Babinsa di Banjir Ciledug
Sementara itu, Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengatakan pihaknya menyiapkan puluhan kapal untuk melayani arus mudik selama periode Angkutan Lebaran (Angleb) 2026.
“Untuk kapal yang disiapkan ada 55 kapal untuk mengantisipasi nanti selama periode Angkutan Lebaran tahun 2026,” ujarnya usai mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan pengamanan Nyepi dan Idulfitri di Mapolres Jembrana, Sabtu (7/3).
Menurut Didi, seluruh kapal yang disiapkan merupakan armada reguler yang selama ini beroperasi di lintasan Gilimanuk–Ketapang.
Ia menjelaskan, operasional penyeberangan selama masa Angleb akan menggunakan tiga skenario, yakni normal, padat, dan sangat padat. Pada setiap skenario tersebut, akan dilakukan penyesuaian jadwal pelayaran serta penambahan intensitas kapal berkapasitas besar.
Jalur Menuju Pelabuhan Gilimanuk Dibersihkan dari PKL dan Loket Tiket Pinggir Jalan
“Polanya ada tiga skenario yang kita gunakan, yaitu normal, padat, dan sangat padat. Tentunya akan ada penambahan kapal pada setiap skenario tersebut,” jelasnya. Ts






