Persindonesia.Com,Bangli – Kebakaran menimpa bangunan Warung Babi Guling Panwar dan LPD Desa Adat Cempaga yang berlokasi di Jalan Nusantara, Banjar/Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Rabu (25/2/2026) sekira pukul 17.30 Wita. Kobaran api yang membakar dua bangunan yang berlokasi di jalur utama Bangli membuat arus lalu lintas macet dan memicu kepanikan.
Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Ketut Gede Ratwijaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran tersebut. Lebih lanjut dikatakan, kronologis kejadian berawal saat saksi, Ni Wayan Lentiari sekira pukul 17.30 Wita memasak untuk persiapan jualan Babi Guling. Saat saksi memasak, tiba-tiba plafon bangunan yang terbuat dari anyaman bambu jebol dan menimpa wajan hingga jatuh kemudian api menyambar plafon.
Baca Juga : Jelang Ramadhan dan Nyepi, Bangli Gelar Apel Siaga Lintas Sektor
Melihat adanya kobaran api, saksi Lentiari memanggil Luh Buda (saksi 2) untuk segera meminta bantuan warga guna membantu memadamkan api. Berselang kemudian warga datang membantu memadamkan api menggunakan air.
“Api bukannya padam, namun tambah membesar hingga melalap atap bangunan dapur bahkan merembet ke Kantor LPD Desa Adat Cempaga yang ada disebelahnya”, terang Kasi Humas.
Karena khawatir api semakin membesar, warga menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Bangli. Dan pukul 18.30 WITA petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di TKP. Setelah berjuang hampir selama 30 menit api berhasil dipadamkan.
Selanjutnya setelah api benar-benar padam, petugas dari Unit Identifikasi Polres Bangli melakukan olah TKP. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, meski demikian kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp 400 juta.
“Dari hasil identifikasi petugas kuat dugaan kebakaran dipicu oleh plafon dari anyaman bambu jatuh menimpa wajan yang dipakai memasak, sehingga api kompor menyambar”, ungkap Ratwijaya.
Baca Juga : Polisi Tangkap Penadah Motor Curian di Wiyung, Terima Lima Unit dari Dua Pelaku
Sementara itu, Kabid BPBD-Damkar Bangli, Dewa Gede Wirawan mengatakan setelah laporan diterima dari PSC Call Center 112 Bangli, pihaknya menerjunkan 4 unit armada terdiri dari 3 unit bomber dan 1 unit tangki suplay air serta personil yang telah siaga.
Setiba di lokasi kejadian (TKP), petugas segera melakukan upaya pemadaman. “Dengan dibantu masyarakat, TNI-Polri selama 30 menit kobaran api akhirny berhasil dipadamkan”, tegasnya.(*)






