Persindonesia.com Jembrana – Kesekian kalinya petugas di Pelabuhan Gilimanuk kembali mengamankan anak jalanan. Kali ini 14 orang anak jalanan berhasil diamankan setelah mereka kedapatan meminta-minta di depan toko modern berjaringan. Mereka berhasil masuk Bali dengan melompati tembok pembatas pelabuhan setinggi 2 meter.
Saat dikonfirmasi Lurah Gilimanuk, IB. Tony Wirahadikusuma membenarkan telah mengamankan 14 orang anak jalanan. Ia mengaku, sebelum diamankan, mereka kedapatan meminta-minta di minimarket.
“Mereka (anak jalanan) itu lompat pagar untuk mengelabui petugas dan menelusuri jalur tikus. Mereka mengganggu ketertiban dan meminta-minta di minimarket. Saat diperiksa salah satu dari mereka kedapatan membawa senjata tajam,” terangnya, Jumat (27/6/2026)

Harga Cabai Melonjak di Jembrana, Cuaca Buruk dan Penutupan Selat Bali Jadi Pemicu
Ia juga mengaku, dirinya mendapat informasi dari laporan warga yang resah dengan keberadaan anak-anak jalnaan tersebut di sekitar Pura Segara Gilimanuk. Setelah disisir di sepanjang pesisir Pantai Teluk Gilimanuk, gerombolan anak jalanan itu ditemukan sedang meminta uang kepada pengunjung di depan Indomaret.
“Rata-rata Masih Belia dan tanpa tujuan serta Identitas yang Jelas. Dari 10 anak jalanan asal Surabaya, sebagian besar masih berusia sekitar 13 tahun. Mereka mengaku datang ke Bali hanya untuk jalan-jalan tanpa membawa bekal yang cukup,” katanya.
Lebih jelasnya Toni mengatakan, untuk kelompok Palembang yang berjumlah 4 orang, mereka mengaku bertujuan ke Gianyar untuk bekerja. “Kartu identitas mereka sudah tidak berlaku dan bahkan ada satu orang yang hanya membawa fotokopi KTP,” jelasnya.
Libur Panjang, Siapkan 31 Kapal dan Permanenkan KMP Portlink VII untuk Rute Ketapang-Gilimanuk
Dari sekian anak jalanan yang diperiksa, imbuh Toni, satu anak jalanan dari kelompok Palembang kedapatan membawa pisau dan gunting di dalam tasnya. Seluruh barang bukti tersebut langsung diamankan.
“Setelah didata di Pos Pemeriksaan KTP, seluruh anak jalanan tersebut kemudian dipulangkan kembali ke daerah asal mereka dan menyeberang menggunakan kapal feri KMP Reny,” pungkasnya. (Sbk)






