Persindonesia.com Sumatera Selatan – Bagi Hidayat (38) menjadi pengusaha kerupuk tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Maklum pada tahun 2001, dia tidak memiliki modal sepeser pun, Senin 22/03/2021.
Dibantu oleh salah satu anggotanya, dia memulai usaha kerupuk ikan Tengiri khas Palembang di Kota Medan. Modal usahanya pun tidak berupa uang, melainkan bantuan satu ton tepung tapioka sebagai bahan utama membuat kerupuk.

Vaksinasi massal Jombang ditinjau Presiden Jokowi
Meski tanpa modal uang tunai, Hidayat tetap gigih menjajaki usaha yang baru digelutinya ini. Awalnya, pembuatan kerupuk dilakukan dengan cara tradisional. Bersama Rekan Rekannya, dia pun membuat adonan kerupuk.
Dengan peralatan seadanya. Setelah jadi kerupuk,dia mulai memasarkan hasil usahanya ke sejumlah warung dan sekitarnya. Hidayat juga mengakui awalnya, dia mengalami kesulitan memasarkan produksi usahanya ini.
Pondok Pesantren di Jawa Timur Siap Terima Vaksinasi AstraZeneca
Maklum, Di kota medan merupakan sentra kerupuk. Selain Hidayat, sudah ada sejumlah usaha kerupuk. Bahkan bisa dikatakan usaha kerupuk sudah menjamur di sana.Beberapa di antara pesaing Hidayat telah memiliki permodalan yang cukup besar.
Namun, hal itu tidak membuat Hidayat patah arang. Dengan ketekunan dan keuletannya mengelola bisnis kecil-kecilan ini, hasil produksinya mulai diminati konsumen. Seiring semakin derasnya pesanan kerupuk, dia pun mulai mendapatkan harapan cerah terhadap industri kerupuk yang digelutinya ini.
Forum Otomotif Kampar (FOK) Kumpulkan Donasi Untuk Korban Kebakaran Pasar SP 1 Kijang Jaya
Perlahan tapi pasti,usaha yang digelutinya ini, mampu memberikan harapan bagi keluarganya.Semakin banyaknya pesanan kerupuk mengangkat perekonomian keluarganya.
Setelah mampu bertahan, dia pun memberanikan diri untuk menambah modal usaha. Saat itu juga ia pun memberikan label kerupuk hasil produksinya dengan nama perusahaan kerupuk Cap Ikan Tengiri Khas Palembang. Pemberian label kerupuk ini, diharapkan menjadi trade mark kerupuk yang dihasilkan.
Wakil Bupati Lakukan Monitoring di Pasar Sayur Markasan
”Nama atau label ini hanya sebagai identitas usaha saja, karena ini sudah menjadi kebutuhan dipasaran,”ujarnya.
Usaha pembuatan kerupuk ini pun lambat laun semakin diminati oleh konsumen.Bahkan,produksinya berhasil merambah pasar ke luar daerah.
Lowongan Kerja Dibuka, Pemohon SKCK Di Polres Jembrana Alami Peningkatan
Salah satu daerah yang menjadi langganannya adalah Kabupaten KARO Sumatera Utara Pelanggan kerupuk Cap Ikan tengiri di Kota Medan berasal dari pedagang di pasar tradisional, industri rumahan,serta rumah makan.
”Produksi per harinya yang sebelumnya hanya satu ton kini bertambah menjadi 2 ton,” ujarnya.
Petugas Damkar Jembrana Main Kucing-Kucingan Nangkap Kera Liar
Hidayat mempekerjakan 5-10 Meski sempat mengalami pasang surut usaha,namun Kerupuk Cap Ikan Tengiri tetap mampu bertahan dan eksis.
”Tidak dipungkiri selalu ada kendala usaha, tapi secara umum, usaha kami tetap dapat berjalan,” ungkapnya.
Presiden Jokowi tinjau Vaksinasi massal di Sidoarjo
Hidayat mengaku, semakin tingginya pesanan kerupuk dalam beberapa tahun terakhir, karena dia selalu menjaga kualitas hasil produksi. Menurut dia, kualitas kerupuk sangat mempengaruhi pelanggan. Hidayat mengaku tidak pernah mengurangi takaran bumbu- bumbu serta racikan ikan. Pasalnya, bila dikurangi, maka kualitas atau cita rasa kerupuk hasil produksinya turun.
”Masalah harga, terkadang pelanggan tidak mempersoalkan, yang penting kualitas rasa tetap terjamin,” tutupnya. (Agusni RF)






