Persindonesia.com Jembrana – Akibat curah hujan yang cukup deras mengguyur Kabupaten Jembrana mulai pada hari Minggu 16 Oktober 2022 mulai sore hari sekira pukul 14.00 wita, yang notebane curah hujan tinggi di hutan jembrana menyebabkan beberapa sungai meluap dan membanjiri rumah warga.
Seperti halnya di Sungai Bilukpoh, jembatan jalur Denpasar Gilimanuk tidak bisa dilalui kendaraan dikarenakan air bah naik ke jembatan dan menggenangi beberapa rumah warga di sekitar lokasi jembatan.

PJ Bupati Kampar Tutup Kegiatan Semarak Kampoeng Seni dan Budaya HUT Desa Trimanunggal ke 30
Pantauan awak media pada hari Minggu (16/10/2022) di lapangan sekira pukul 21.30 wita air sungai Bilukpoh yang berisi potongan kayu mulai naik menghantam jembatan menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total hingga hari ini Senin (17/10/2022). Kemacetan juga bertambah parah dikarenakan jalan alternatif melalui jembatan di Banjar Anyar Kaja, Desa Penyaringan yang baru dibangun putus dihantam air bah yang puncaknya sekira pukul 23.40 wita.
Menurut keterangan warga bernama Andi asal Kelurahan Tegalcangkring, air bah mulai naik sekira pukul 21.30 wita dan puncaknya sekira pukul 23.40 wita. “Air bah kali ini yang paling besar dari pada tahun sebelumnya. Air bah sampai melebar di sebelah barat kantor pos Tegalcangkring, sedangkan ditimur Jembatan Bilukpoh air bah sudah mencai patung kuda dan 2 tiang linstrik roboh itu sekira pukul 23.00 wita tadi malam,” terangnya. Senin (17/10/2022).
Cak Eri Meriahkan Pawai Sedekah Bumi di Tandes Surabaya
Menurut informasi dari temannya, lanjut Andi, yang ada di Banjar Anyar Kaja, jembatan yang baru selesai yang menghubungkan Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan di Banjar Anyar Kaja putus akibat air bah yang diikuti bberapa balok kayu yang hanyut.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan penanganan banjir difokuskan pada penyelamatan warga. Warga diimbau untuk mencari tempat aman, sebab banjir terjadi di sejumlah titik. Baik Jembrana, Mendoyo dan Melaya. Vlo






