Jelang Puncak Mudik, Antrean Kendaraan di Gilimanuk Tembus 4 Kilometer

Persindonesia.com Jembrana — Arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai menunjukkan peningkatan kepadatan pada Jumat (13/3), menjelang puncak arus mudik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada 15–17 Maret 2026. Antrean kendaraan yang didominasi angkutan logistik terlihat mengular sejak Kamis malam (12/3) hingga Jumat siang.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan, mulai dari truk kecil, truk sedang, hingga tronton, memanjang hingga kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di wilayah hutan Cekik, sekitar empat kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah sopir truk yang harus menunggu berjam-jam untuk bisa mendekati area pelabuhan. Salah satunya Aris (40), sopir truk pengangkut sapi tujuan Jakarta. Ia mengaku mulai terjebak kemacetan sejak pukul 05.30 Wita. “Mulai jam setengah enam pagi tadi saya sudah kejebak macet. Jam 10 baru sampai depan Masjid Al-Mubarok,” ujarnya.

Efisiensi Anggaran Tak Surutkan Kreativitas, Peserta Lomba Seni di Masikian Fest 2026 Bertambah

Keluhan serupa disampaikan Angga, sopir truk kecil yang juga harus mengantre selama sekitar dua jam setelah memasuki kawasan hutan Cekik sekitar pukul 08.00 WITA. “Sudah dua jam macet, jalannya selangkah-selangkah,” katanya.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menjelaskan penumpukan kendaraan tersebut dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan logistik yang hendak keluar dari Bali menuju Pulau Jawa.

Menurutnya, sebagian besar truk yang mengantre merupakan kendaraan barang yang sudah dalam kondisi kosong dan hendak kembali ke Pulau Jawa. “Operasi pengamanan dimulai hari ini sampai 25 Maret. Di jalur utama, antrean didominasi kendaraan barang yang sebagian besar sudah kosong, jadi tinggal kembali saja ke Pulau Jawa,” ujarnya saat ditemui terpisah.

Diduga Memeras Pelaku Narkotika, Oknum Anggota Polsek Kemiling Dilaporkan ke Prolam Mabes Polri

Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, lanjut Kadek Citra, pihaknya telah menyiapkan sejumlah kantong parkir bagi kendaraan logistik di beberapa titik.

“Kami sudah melakukan pengantongan kendaraan mulai dari Pekutatan, Kaliakah, hingga di Jembatan Timbang Cekik. Jika antrean truk logistik terlalu panjang, kendaraan pribadi pemudik bisa terhambat, jadi truk kami kantongkan terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, Imbuh Kadek Citra, arus kendaraan kecil dan sepeda motor terpantau masih relatif lancar. Hingga saat ini, belum terlihat penumpukan berarti pada jalur kendaraan pribadi pemudik roda dua maupun roda empat.

Upaya Tekan Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan, Pemkab Klungkung Gelar Pasar Tani

Pihaknya juga telah memberlakukan sistem kanalisasi penuh di area Terminal Kargo Gilimanuk untuk kendaraan kecil guna memperlancar arus menuju pelabuhan. “Untuk kendaraan kecil sudah ada kanalisasi di areal terminal kargo untuk mengurai antrean. Saat ini kita menggunakan tiga jalur gang menuju pelabuhan,” pungkasnya. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *