Jembrana Pacu Transformasi Digital Berbasis Inovasi Data

Persndonesia.com Jembrana – Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) , kamis ( 30/4), menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mendukung percepatan transformasi digital di daerahnya. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan peran Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) secara berkelanjutan.

TP2DD yang merupakan forum koordinasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia, dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Program ini mengarah pada perubahan sistem transaksi keuangan dari tunai menjadi nontunai yang lebih efisien dan transparan.

Menurut Wabup Ipat, digitalisasi menjadi kunci dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah. Selain meningkatkan efisiensi dan transparansi, sistem non-tunai juga diyakini mampu menutup celah kebocoran anggaran serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Setiawan Budi Cahyono Resmi Jabat Kajati Bali, Jaksa Agung Ingatkan Era Industri 5.0 Jadi Tangtangan

“Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen penuh dalam mempercepat ekosistem digital. Kita bergeser dari manual ke digital, dari asumsi ke data, dan dari rutinitas menuju inovasi. Fokus kita adalah memperluas ETPD guna mengoptimalkan PAD dan menutup celah kebocoran anggaran melalui sistem non-tunai yang terintegrasi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Kick-Off Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Selasa (28/4), di Griya Agung Ballroom Prime Plaza Sanur.

Sejumlah program prioritas pun telah disiapkan, di antaranya penerapan e-retribusi parkir di kawasan Gilimanuk, penguatan sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital.

Tes Urine Dadakan di Kodim Jembrana, TNI Ancam Pecat Anggota Terlibat Narkoba

Lebih lanjut, sinergi antara TP2DD dan TPID diyakini mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing Jembrana. Digitalisasi tidak hanya dipandang sebagai instrumen peningkatan pendapatan, tetapi juga sebagai sarana efektif dalam pengendalian inflasi.

Dengan langkah tersebut, Jembrana optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang maju, adaptif, dan berdaya saing global. Upaya ini diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *