Kapolda Bali Tekankan Kolaborasi Cegah Konflik Sosial Jelang Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 H

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si

BALI Persindonesia.com – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah, berbagai pihak di Bali memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Mitigasi Potensi Konflik Sosial yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (16/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., hadir sebagai narasumber dan memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan jajaran Polda Bali dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang dua hari besar keagamaan tersebut.

Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga situasi Bali tetap aman dan harmonis.

Dalam pemaparannya, Kapolda Bali menekankan bahwa keberagaman yang ada di Bali merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik antar semua pihak.

Menurutnya, potensi konflik sosial dapat dicegah apabila seluruh unsur masyarakat dan pemerintah mampu mendeteksi serta menyelesaikan setiap permasalahan sejak dini.

“Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih awal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Bali yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat, terutama saat perayaan hari besar keagamaan.

Lebih lanjut, Kapolda Bali menyampaikan bahwa Polda Bali bersama jajaran telah melaksanakan Operasi Ketupat Agung 2026 sebagai langkah pengamanan terpadu menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Melalui operasi tersebut, berbagai langkah preventif terus dilakukan, mulai dari peningkatan patroli, pengamanan di pusat-pusat keramaian, hingga penguatan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat juga terus diperkuat agar setiap potensi permasalahan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan situasi keamanan di Bali tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan perayaan hari raya dengan aman, nyaman, dan penuh kedamaian. @*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *