Komisi II DPRD Jembrana Dorong PDAM Tirta Amertha Jati Tingkatkan Inovasi dan Perluas Layanan

Persindonesia.com Jembrana – Komisi II DPRD Kabupaten Jembrana melakukan kunjungan kerja ke Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Amertha Jati untuk membahas kondisi keuangan, kinerja perusahaan, hingga rencana pengembangan bisnis ke depan pada Senin (11/5)

Saat dikonfirmasi usai kegiatan, Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, S.Sos., mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan perusahaan daerah yang belakangan mampu mencatatkan keuntungan.

“Komisi II datang untuk mendengar langsung kondisi keuangan, rencana kerja, serta faktor yang membuat PDAM kini bisa mencetak laba. Ternyata ada sejumlah penambahan bisnis dan peningkatan pelayanan yang berkontribusi pada keuntungan perusahaan,” ujarnya.

Menurut Suastika yang akrab disapa Cuhok, pihaknya juga menyoroti rasio pegawai di tubuh PDAM. Sejumlah pegawai yang memasuki masa pensiun disebut tidak seluruhnya digantikan karena perusahaan mulai menerapkan sistem digitalisasi pelayanan.

Tak Sampai Meluas, Call Canter 110 Polri Redam Keributan di Semarapura Klod

“Kami melihat ada efisiensi tenaga kerja dengan dukungan sistem digital. Ini menjadi hal baru yang cukup positif,” katanya.

Selain itu, Komisi II mendorong PDAM agar menangkap peluang bisnis dari sejumlah proyek besar yang akan hadir di Jembrana, seperti pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Melaya, proyek di Pekutatan, hingga Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pengambengan.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut berpotensi menjadi pasar baru bagi PDAM untuk memperluas layanan air bersih.

Suastika menambahkan, kebutuhan air baku di Jembrana saat ini masih terbatas sehingga diperlukan dukungan suplai dari Bendungan Titab di Kabupaten Buleleng melalui program Burana (Buleleng-Jembrana).

Wabup Badung Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Desa Adat di Sempidi

“Kalau hanya mengandalkan sumber air baku di Jembrana tentu masih kurang. Karena itu, suplai dari Bendungan Titab perlu terus dikawal dan dikomunikasikan dengan pemerintah daerah maupun pusat,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta PDAM terus berinovasi agar selain meningkatkan kualitas pelayanan, juga mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meski demikian, Komisi II mengingatkan agar peningkatan pendapatan tidak ditempuh dengan opsi kenaikan tarif air.

“Kami mendukung seluruh rencana pengembangan PDAM, tetapi jangan sampai solusi yang diambil hanya menaikkan tarif. Itu kurang baik dari sisi kondisi masyarakat maupun kebijakan daerah,” tegasnya.

Turnamen Gaple Festival Ceng Beng 2026 Berakhir, Wali Kota Pangkalpinang Serahkan Hadiah

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana, I Gede Puriawan, S.E., mengakui tantangan utama perusahaan saat ini adalah tingginya tingkat kebocoran air akibat jaringan perpipaan yang sudah tua.

“Pipa-pipa kami banyak yang sudah tua sehingga memicu tingkat kebocoran atau non-revenue water (NRW) cukup tinggi. Ini tentu berpengaruh langsung terhadap keuntungan perusahaan,” katanya.

Ia menjelaskan, peremajaan jaringan membutuhkan investasi besar, baik untuk mengganti pipa lama maupun memindahkan jaringan ke lokasi yang lebih aman.

Menurut Puriawan, terdapat dua opsi pendanaan untuk program tersebut, yakni melalui bantuan pemerintah pusat maupun daerah, serta skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau business to business dengan pihak swasta.

Menteri ATR/BPN Tegaskan Komitmen Pemerintah Lindungi Tanah Ulayat Masyarakat Adat

“Kalau mengandalkan bantuan pemerintah memang cukup sulit di tengah kondisi fiskal yang ketat. Karena itu, opsi kerja sama dengan pihak swasta menjadi alternatif yang sedang kami kaji,” jelasnya.

Selain pembenahan infrastruktur, pertumbuhan pelanggan juga menjadi tantangan. Saat ini jumlah pelanggan PDAM Tirta Amertha Jati mencapai sekitar 27 ribu sambungan, meningkat dari sebelumnya 26 ribu pelanggan.

Meski pertumbuhannya relatif lambat dibanding kota besar seperti Denpasar, perusahaan tetap mencatat peningkatan laba dari tahun ke tahun.

“Sejak 2023 laba kami sekitar Rp400 juta, kemudian naik menjadi Rp1,1 miliar, dan sekarang mencapai Rp1,3 miliar. Ada peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Kawal Keadilan Sampai Tuntas!!! Ketum FRIC H. Dian Surahman dan Sekjen DPP H. Deden Hardening Serukan Pengawalan Ketat Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

PDAM optimistis peluang tambahan pendapatan akan semakin besar seiring hadirnya sejumlah proyek strategis nasional di Jembrana yang membutuhkan pasokan air bersih. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *