Badung persindonesia.com , 15 September 2025 – Wujud dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali kembali ditunjukkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, yang hadir dalam pelaksanaan upacara Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Waraspati Kalpa Agung, dan Walik Sumpah di Pura Dalem Cedok Waru, Kuta.
Dalam kegiatan yang sarat makna spiritual dan budaya ini, Ketua DPRD Badung turut mendampingi Bupati Badung dan sejumlah tokoh masyarakat serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula Ketua Komisi IV DPRD Badung, Graha Wicaksana, yang selama ini dikenal aktif dalam mendukung program keagamaan dan sosial budaya.
Simbol Kebersamaan Pemerintah dan Krama Adat, Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Badung menyampaikan apresiasinya atas semangat gotong royong masyarakat adat dalam menyiapkan dan melaksanakan rangkaian karya di pura, yang merupakan salah satu pusat spiritual penting di wilayah Kuta. “Karya seperti ini bukan hanya menjaga warisan leluhur, tapi juga mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga adat. Kami di DPRD Badung selalu siap mendukung kegiatan sakral seperti ini, karena budaya adalah fondasi jati diri daerah,” ujarnya.
Dukungan Berkelanjutan untuk Adat dan Agama, DPRD Badung, menurutnya, akan terus mendorong alokasi anggaran dan kebijakan yang pro terhadap pelestarian adat, termasuk revitalisasi pura, pembinaan sulinggih, dan penguatan kelembagaan desa adat. Upacara ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh umat Hindu dari berbagai banjar sekitar. Karya besar seperti Ngenteg Linggih dan Walik Sumpah menjadi simbol penyucian dan peningkatan spiritualitas, tidak hanya untuk umat setempat tetapi juga sebagai penguat energi sakral kawasan wisata Kuta.
Komitmen Kawal Nilai-Nilai Kearifan Lokal, Dengan kehadiran para pimpinan daerah dalam upacara ini, DPRD Badung menegaskan komitmennya dalam mengawal nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi. “Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga pembangunan jiwa dan nilai. Pura dan upakara adalah bagian dari itu,” tutup Gusti Anom Gumanti. @red






