Komisi III Sidak Sistem Sanitary Landfill TPA Peh yang Disoroti Warga

 

Persindonesia.com Jembrana – Pemindahan sampah dengan sistem sanitary landfill mendapatkan sorotan dari warga, lantaran pasca selesai diurug rembesan cairan sampah masih muncul bahkan menggenang membentuk kubangan dan menyebabkan bau tidak sedap. Selain bau tidak sedak juga warna air hitam, sehingga warga khawatir akan dampak kesehatannya.

Tahun Ini , 40 SD dan SMP di Jembrana Direhab Melalui DAK

Terkait keluhan warga tersebut Komisi III DPRD Jembrana langsung melakukan sidak ke tempat lokasi pemindahan sampah di lahan warga Desa Kaliakah, kecamatan Negara dari TPA Peh. Warga meminta sampah yang sudah ditanam tersebut agar dipindahkan, karena sudah mencemari lingkungan.

Saat dikonfirmasi awak media, Ketua Komisi III DPRD Jembrana, I Dewa Putu Mertayasa, pihaknya kembali turun dikarenakan masih adanya kekhawatiran warga, untuk mengecek langsung kondisi pasca diterapkan sistem sanitary landfil (mengubur sampah) di lahan kosong dekat rumah warga itu.

“Setelah adanya kekhawatiran dari warga, kita cek langsung ke lokasi, memang ada genangan air bau dan warna hitam. Kita akan sampaikan ini ke Dinas Lingkungan Hidup, agar program ini dievaluasi. Sosialisasi sebelumnya, dimana sebelum pemindahan sampah, agar dipastikan dengan pemasangan bio membran menjamin sampah tidak merembes,” terangnya.(6/10)

SE No 18/2021, Ketentuan PPKM Yang Lebih Dilonggarkan

Dewa Putu menambahkan, setelah beberapa bulan selesai, kemudian di cek ternyata masih ada rembesan air dari sampah tersebut sehingga warga mengeluhkan bau tidak sedap dan air tersebut berwarna hitam pekat.

Dari penuturan warga, munculnya air dikarenakan saluran ke aliran irigasi yang menuju ke sungai ditutup, dimana sebelumnya air rembesan tersebut lancar menuju sungai, dan yang dirugikan warga tidak bisa lagi memanfaatkan aliran irigasi tersebut.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *