Kunjungan Delegasi WWF ke DTW, Jadi Promosi Gratis Pariwisata Budaya Bali

Persindonesia.com Denpasar – Perhelatan internasional World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali sejak 18-25 Mei 2024, membawa dampak positif bagi pariwisata Bali. Salah satunya kunjungan wisatawan ke sejumlah daya tarik wisata (DTW) meningkat signifikan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun tak menampik kondisi tersebut. Pihaknya mendapatkan laporan bahwa di DTW juga kecipratan WWF. Para delegasi mengunjungi DTW yang ada di Bali.

“Beberapa delegasi WWF juga mengunjungi DTW. Mulai dari Besakih, Jatiluwih, Tanah Lot, Ulun Danu Beratan, Tampak Siring, Penglipuran dan lainnya,” sebutnya di Denpasar, Jumat (31/5).

Dari informasi yang didapatkannya, penambahan jumlah kunjungan wisatawan asing ke DTW hingga mencapai 20 persen.

Pelecehan Seksual Anak di Jembrana, Korban Diduga Dipaksa Kakak Ipar

“Informasi yang saya dapat, jumlah delegasi mencapai 20 ribu warga negara asing dan 20 ribu dari Indonesia, namun rombongan mencapai 50-60 ribu. Mereka tinggal rata-rata sampai seminggu di Bali,” tandasnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, okupansi hotel yang ada di sekitaran WWF di Nusa Dua mengalami peningkatan, termasuk juga restoran dan pendukung industri pariwisata lainnya. Seperti transportasi hingga souvenir.

“Para delegasi dan rombongannya juga menikmati pariwisata budaya yang disajikan Bali,” katanya.

Kunjungan delegasi WWF ke DTW ini, jelas dia, secara langsung bakal menjadi promosi gratis bagi ‘Pariwisata Budaya’ Bali.

Polres Klungkung Gulung Sindikat Pemalsuan STNK, 2 Pelaku di Tangkap

“Mereka bakal menceritakan tentang keindahan, keunikan, keramahan, dan ragam budaya yang dimiliki Bali kepada sanak saudara mereka, sehingga menjadi menjadi tertarik untuk datang dan berlibur ke Bali,” tandasnya.

Desa Wisata Penglipuran

Dari data yang diperoleh Dinas Pariwisata Budaya Bali, meningkatkan kunjungan wisatawan yang terjadi di Desa Wisata Penglipuran, dalam WWF ini per hari rata-rata mencapai seribu lebih dari kunjungan normal rata-rata 3.500 wisatawan per hari. Puncak kunjungan tertinggi terjadi pada tanggal 24 Mei 2024, tembus 7.568 orang.

Hal ini tidak terlepas dari pesona yang ditawarkan desa yang dinobatkan sebagai terbersih di dunia ini. Yakni bangunan rumah penduduk yang masih tradisional yang terbuat dari bambu.

Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarta mengungkapkan kebanggaannya DTW Penglipuran yang dikelolanya dipilih menjadi salah satu venue kunjungan para delegasi WWF.

Akhirnya! Pelaku Penyelundupan Penyu Hijau di Jembrana Ditangkap, 2 Masih DPO

Menurutnya dari sisi infrastruktur, sarana prasarana, dan fasilitas sudah sangat mendukung dan memadai untuk menerima kunjungan delegasi kenegaraan.

DTW Uluwatu

Hal serupa juga terjadi di DTW Uluwatu, Badung, Bali. Delegasi WWF juga terpantau mengunjungi daya tarik wisata yang menyuguhkan panorama pura di atas bukit dengan suara deburan ombak pantai selatan.

Tak berhenti sampai disana, nuansa budaya Bali juga terasa kental. Karena, wisatawan yang berkunjung khususnya pada sore hari, juga disuguhi atraksi budaya Tari Kecak, lengkap dengan keindahan keajaiban alam sang surya tenggelam di ufuk barat.

Dari catatan piha DTW, kunjungan wisatawan ke Uluwatu ini juga mengalami peningkatan selama WWF. Per hari rata-rata di atas 5 ribu pengunjung. Puncaknya terjadi pada tanggal 29 Mei 2024 yang tembus di angka 7332 pengunjung.

Jembrana Ajukan 625 Formasi ASN Tahun 2024

DTW Pura Tanah Lot

Begitu dengan DTW Tanah Lot, Kediri, Tabanan. Salah satu obyek wisata di Bali ini juga kecipratan peningkatan kunjungan wisatawan. Para delegasi WWF juga mengunjungi daya tarik wisata dengan panorama pura di atas batu karang di tengah laut.

Sebelum pelaksanaan WWF pada 18-25 Mei 2024, rata-rata kunjungan per hari adalah 5.900 orang. Namun, selama pelaksanaan WWF, rata-rata kunjungan per hari meningkat menjadi 6.400 orang. Peningkatan ini memberikan kontribusi positif namun juga menambah tantangan dalam pengelolaan destinasi wisata.

Tanah Lot sempat kedatangan delegasi dari Jepang dan delegasi dari Hungaria. Bahkan, mantan Presiden Hungaria, Janos Ader, bersama istrinya, Anita Herczegh, datang langsung ke Tanah Lot.

Jatiluwih

Daya tarik wisata Jatiluwih di Penebel, Tabanan dengan panorama sawah berundak yang masih alami dan lestari ini, juga dikunjungi delegasi WWF.

Tilang Sopir Truck Bandel, 7 STNK Diamankan Polsek Sukawati

Bukan tanpa alasan, salah satu alasan delegasi mengunjungi selain panorama hamparan persawahan, karena Jatiluwih yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2012.

Kurang lebih 50 orang delegasi berasal dari 18 negara peserta WWF mengunjungi objek wisata Jatiluwih.

Dikutip laman humas.polri.go.id, pengamanan kunjungan delegasi ini dipimpin oleh Kapolsek Penebel AKP Gusti Kade Alit Murdiasa.

Di Jatiluwih, para delegasi adalah meninjau view sawah dan gimmick budaya subak berupa lelakut, sunari, pindekan dan kapuakan, serta Pemaparan sistem subak oleh pekaseh, Badan Pengelola DTW Jatiluwih.

Polisi Sikapi Pesan Berantai Kelompok Gaza Yang Beredar dan Meresahkan

Atraksi budaya berupa tarian Bali pun dipentaskan untuk menyambut delegasi. Kemudian atraksi Tebuk Lesung yang merupakan pengolahan padi menjadi beras secara tradisional, yang dipadukan dengan irama menebuk yang unik oleh lansia Desa Jatiluwih. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *