Lintas Gilimanuk Semantara Di Tutup Karena Cuaca Ekstrim

Persindonesia.com Jembrana – Penyebrrangan arus lintas Gilimanuk – Ketapang, kembali diganggu cuaca ekstrim. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) harus menutup sementara penyeberangan di Selat Bali, Jumat (25/02).

Cuaca ekstrim yakni hujan deras disertai petir dan angin kencang itu terjadi sangat cepat. Sebelumnya cuaca sangat cerah namun tiba-tiba mendung tebal datang dan sekitar pukul 16.00 WITA.

Tinjau Vaksinasi di Aceh, Kapolri Minta Forkopimda Lakukan Upaya Maksimal Cegah Peningkatan Positivity Rate

Angin kencang disusul hujan deras dan petir. Hal mengakibatkan terjadi kabut tebal di selat Bali yang membuat jarak pandang Nahkoda dan juru mudi kapal sangat terbatas sehingga sulit untuk mengarahkan kapal. Dan ini sangat beresiko, BPTD memutuskan untuk menutup sementara, penyeberangan di Selat Bali pukul 16.10 WITA.

“Penyebrangan ditutup sementara karena cuaca di jalur pelayaran kurang bersahabat,” ujar Kasatpel BPTD Gilimanuk Nyoman Sastrawan.

Kodim 1617/ Jembrana Gelar Serbuan Vaksinasi Bersama Dinas Kesehatan, Guna Dukung Percepatan Vaksinasi

Dengan ditutupnya penyeberangan maka semua kapal menghentikan pelayaran dan mencari tempat aman untuk menunggu cuaca kembali normal dari segala kapal yang ada di pelabuhan baik Ferry maupun kapal tongkang.

Sementara penumpang dam kendaraan yang akan menyeberang menunggu di pelabuhan. Hingga menimbulkan penumpukan kendaraan di parkir pelabuhan. Namun kepadatan belum antrean sampai keluar pelabuhan cuaca mulai membaik dan pukul 17.00 WITA BPTD membuka kembali penyeberangan.

Lanjutan Serbuan Vaksinasi “Booster” Vaksinasi Covid-19 Komponen Masyarakat di Stasiun Pasar Senin

Nyoman Sastrawan menambahkan, setelah cuaca kembali bersahabat penyeberangan kita buka kembali. Semua kapal bisa beroperasi kembali melayani penyeberangan. Dan menghimbau untuk tetap waspada di cuaca yang sangat ekstrim pada bulan-bulan ini. (sb/ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *