Mencengangkan! Gegara Nekat Tengak Pestisida, Nyawa Perempuan Hamil di Songan B Melayang

PERSINDONESIA.COM – Gegara nekat meminum (menengak) cairan pestisida nyawa Ni Jero Asih yang beralamat di Banjar Bukit Tunggung, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli tidak terselamatkan. Dan yang mencengangkan lagi perempuan berusia 35 tahun tersebut dalam kondisi hamil muda. Kejadian yang terjadi, Minggu (24/5/2026) ini pun membuat geger warga sekitar.

Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026) saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Lanjut kata Kapolsek, laporan diterima piket fungsi sekira pukul 09.30 Wita. Menerima laporan tersebut, kemudian anggota bersama tim medis Puskesmas Kintamani V menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga : Diduga Terkena Hipnotis OTK, Uang Sebesar Rp 1,2 Juta Milik Pedagang di Srokadan Susut Raib

Setiba di TKP sekira pukul 10.00 Wita, anggota dan tim medis mendapati korban Ni Jro Asih dalam kondisi sudah meninggal dunia. Guna melakukan proses penyelidikan, selanjutnya tim medis melakukan pemeriksaan jenazah Jro Asih.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas, korban telah meninggal dunia kurang lebih sekitar 8 jam sebelum ditemukan”, ujar mantan Kapolsek Bangli ini.

Kapolsek juga menegaskan, berdasarkan keterangan awal dari pihak medis, korban diketahui tengah hamil dengan usia kandungan kurang lebih 28–30 minggu. Hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun jeratan.

Namun, dari mulut korban terlihat mengeluarkan busa. Selain itu, di sekitar lokasi petugas menemukan satu botol bekas pestisida yang diduga telah dikonsumsi oleh korban.

“Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara meminum racun pestisida”, ungkap Kompol Dwi Puja Rimbawa.

Baca Juga : Pelaku Pencurian Motor Warga Batur Tengah Terciduk Polsek Kintamani di Banyuwangi

Menurut Dwi Puja Rimbawa, untuk penanganan lebih lanjut, jenazah korban dibawa menuju Puskesmas Kintamani V dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli.

“Saat ini Unit Reskrim Polsek Kintamani masih melaksanakan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian korban”, pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *