Operasi Zebra Agung 2024, Sat Lantas Polres Bangli Catat 404 Teguran dan 59 Tilang

Bangli,PersIndonesia.Com- Dalam operasi Zebra Agung Tahun 2024, Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Bangli berhasil melakukan penindakan berupa teguran dan penilangan terhadap ratusan pelanggar kurun waktu dari tanggal 14 hingga 27 Oktober 2024.b

Kasat Lantas Polres Bangli, AKP Ni Luh Putu Deniani, saat dikonfirmasi Rabu, (30/10/24) menyampaikan dalam operasi Zebra Agung tahun 2024 ini pihaknya berhasil melakukan penindakan terhadap pelanggar berupa teguran sebanyak 404 dan tindakan tegas berupa penilangan sebanyak 59.

Untuk penilangan sebanyak 59 terdiri dari, pengendara di bawah umur sebanyak 11 orang, melawan arus 14 orang, tidak memakai helm sesuai standar keselamatan dan sabuk pengaman 26 serta 8 pelanggaran lainnya.

“Sementara untuk knalpot tidak sesuai standar (brong) ada 18 yang disita itu termasuk yang tidak menjadi Target Operasi (TO)”, ujarnya didampingi Kanit Penindakan Satlantas Polres Bangli.

Baca Juga : Satlantas Polres Bangli Garuk Pengendara Tanpa Helm di Hari Ketiga Ops Zebra Agung 2024

Menurutnya, para pengendara yang melanggar menggunakan knalpot brong kebanyakan berusia remaja (kalangan pelajar) di wilayah penolokan. Untuk sistem penindakan knalpot brong memakai sistem hunting yaitu secara kasat mata saat kita melakukan pengaturan pas ada motor berknalpot brong dihentikan.

Dalam hal ini kita tidak sampai melakukan penyitaan kendaraan, kami lakukan penindakan ditempat karena rumah pelanggar rata-rata dekat.

“Tetapi kami simpan plat dan identitas pelanggar dan kalau melanggar lagi kami pastikan ditindak lebih tegas”, terang mantan Kasat Lantas Klungkung ini.

Ia juga menyampaikan dalam Operasi Zebra Agung pihaknya memiliki 3 lokasi target operasional di wilayah kota Bangli yang tinggi pelanggaran, yaitu Jalan Ngurah Rai, Penelokan, dan Jalan Insinyur Soekarno di Silidan.

Karena sebelum Operasi Zebra Agung dilakukan, kita telah melakukan sosialisai, sehingga mereka para pelanggar tidak ada yang melintas pada lokasi yang menjadi TO, mereka hanya melintas diwilayahnya saja.

“Upaya kami lebih ke arah preventif (pencegahan), mengingat tingkat lakalantas di Bali khususnya di Bangli dari tahun ketahun semakin meningkat”, ungkap AKP Deniani.

Baca Juga : Terapkan Sistem Digital, Personil Polres Bangli Mulai Dipasangi Camera Body Worn

Untuk kedepanya, kata Kasat Lantas pihaknya akan lebih intens melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan masyarakat terutama kalangan remaja (pelajar) melalui sosialisasi-sosialisasi tertib berlalu lintas sebagai bentuk antisipasi terhadap peningkatan lakalantas.

“Sebab lakalintas tidak hanya berimbas bagi diri sendiri juga berdampak pada keluarga serta orang lain”, pungkasnya. (IGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *