PERSINDONESIA.COM – Kondisi air di Danau Batur yang terdampak letupan belerang mulai berangsur-angsur pulih. Sementara berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas PKP (Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan) Bangli jumlah kematian ikan mencapai 37,1 ton dengan kerugian diperkirakan hingga Rp 1 Miliar.
Kabid Perikanan Dinas PKP Bangli, I Wayan Agus Wirawan saat dikonfirmas membenarkan kalau kondisi air di Danau Batur pasca letupan belerang di Kawasan Danau Batur mulau berangsur pulih.
Baca Juga : Semburan Belerang Kembali Landa Danau Batur, Pembudidaya Ikan Was-was
“Kondisi air danau di Kawasan yang terdampak sudah mulai normal. Meski demikian, aroma bau ikan yang mati tercium keras (menyengat),” ujarnya, Minggu (27/6/2026).
Menurut Agus, sejatinya pasca ada kematian ikan di Danau Batur, pihaknya bersama sejumlah intansi terkait telah melakukan pembersihan. Hanya saja masih ada bangkai ikan yang tercecer di pinggiran danau, sehingga mulai kemarin mulai menebar bau kurang sedap. “Untuk bangkai ikan kita kirim ke kelompok tani di wilayah Pengotan guna diolah menjadi pupuk,” sebutnya.
Sesuai data per 25 Juli 2026, kematian ikan mencapai 37,1 ton, sementara kerugian petani diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih. Yang mana, kondisi terparah berada di wilayah Abang Dukuh, dengan kematian ikannnya mencapai 25 ton, sementara di Desa Buahan, mencapai 10, 4 ton dan Desa Kedisan sebesar 1,7 ton.
“Sampai saat ini kita masih melakukan pemantauan kondisi air di Danau Batur. Astungkara, dampak semburan belerang tidak meluas dari Kawasan tiga desa tersebut,” ungkap Kabid Perikanan Dinas PKP Bangli.
Baca Juga : Kematian Ikan Membludak Pasca Semburan Belerang Merebak di Danau Batur
Sebelumnya, dampak semburan belerang di Danau Batur, seperti di Desa Abang Batudinding, Desa Buahan dan Kedisan mengakibatkan kematian ikan dalam jumlah besar.
Sedangkan untuk pembersihan bangkai ikan, dilakukan oleh Dinas PKP Bangli dengan melibatkan TNI, Polri, Mahasiswa dan masyarakat. Semburan belerang yang menjadi fenomena alam tiap tahun ini membuat para petani ikan di Kawasan Danau Batur tidak berdaya. (*)






