Astaga! Bocah Asal Songan Meregang Nyawa Pasca Digigit Anjing Saat Bermain

Persindonesia.Com,Bangli – Nasib naas menimpa anak berinisial I Made SD (4 tahun) yang beralamat di Dusun Rejang, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Pasalnya buah hati dari pasangan Wayan Carma dan Jro Sarmi meninggal dunia pasca diduga digigit anjing, pada Senin (27/4) sekira pukul 16.30 Wita.

Informasi terhimpun peristiwa berawal saat korban, I Made SD tengah bermain di depan rumah secara tiba-tiba diserang oleh kawanan anjing yang tengah bertengkar. Tanpa disangka sangka seekor anjing mengigit bagian leher dan wajah korban hingga mengejutkan ibunya yang tengah mandi.

Baca Juga : Tragis, Bocah 8 Tahun di Jembrana Meninggal Dunia Diduga Akibat Gigitan Anjing Rabies

Dalam kondisi luka, korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kintamani V. Tiba di IGD pukul 18.05 WITA korban dalam keadaan tidak sadar. Sebelum tiba di IGD korban masih mengeluh sakit. Guna mendapat perawatan lebih lanjut korban di rujuk ke RSUD Bangli.

Humas RSUD, Bangli Sang Kompyang Ari Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4) menyebutkan pasien tiba di IGD PK 18.05 Wita rujukan Puskesmas Kintamani V, tiba di IGD dalam keadaan tidak sadar. Pasien dikatakan masih mengeluh sakit sekitar 3 menit sebelum tiba di IGD. Sekitar 1 jam sebelumnya pasien ditemukan pingsan dengan luka -luka di leher. Tidak ada yang melihat kejadian secara langsung, diduga pasien diserang oleh anjing liar.

“Saat tiba di Puskesmas pasien tampak lemas dan kesadaran menurun, saturasi 74% ( aliran oksigen pada darah menurun),” jelasnya.

Saat tiba di RSUD, kata dia, pasien tidak sadar, Nadi lemah tangan dan kaki dingin dan infus terlepas saat akan dipasang infus lagi, pasien tiba-tiba tidak sadar dan jantung tidak berdenyut.

“Dilakukan tindakan untuk mengembalikan denyut jantung dan nafas. Dengan upaya yang dilakukan, Pukul 18.20 dilakukan pemeriksaan perekaman jantung kelihatan garis lurus dan pasien dinyatakan meninggal,” kata Sang Kompyang.

Sementara Plt. Kepala Dinas (Kesehatan) Bangli, I Dewa Oka Darsana mengatakan dari hasil pemeriksaan ditemukan luka robek diduga karena gigitan anjing yang luas di sekitar leher dan wajah yang mengakibatkan pendarahan masiv.

Baca Juga : Dari Denpasar, Sopir Pikap Buang Sampah di Hutan TNBB Gilimanuk, Ngaku Sudah Dua Kali

Disinggung apakah anjing yang menggigit korban terpapar rabies, kata Oka Darsana kalau akibat rabies perlu waktu. Pasalnya masa inkubasi (sejak digigit sampai timbul gejala rabies) paling cepat 7 hari-3 bulan Kematian akibat rabies biasanya <7 hari setelah muncul gejala rabies.

“Jadi pada kasus ini penyebab kematian karena henti jantung akibat perdarahan akut yang masiv karena luka gigitan yang luas di daerah vital”, ucap lelaki yang juga menjabat Direktur RSUD Bangli ini.

Pasca kejadian tersebut, Dinas PKP Bangli melakukan eliminasi terhadap sejumlah anjing di sekitar TKP. “Tim PKP Bangli sudah melakukan eliminasi terbatas pada anjing di sekitar rumah duka, ada 9 ekor sudah dieliminasi” teags Kadis PKP Bangli I Wayan Sarma.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *