Persindonesia.Com,Bangli – Menindaklanjuti peristiwa meninggalnya bocah, I Made SD (4) akibat digigit anjing saat bermain di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli bergerak cepat menerjunkan Tim gabungan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan.
Tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, serta sejumlah unsur terkait, turun langsung ke lokasi guna melakukan penelusuran sekaligus penanganan awal.
Baca Juga : Astaga! Bocah Asal Songan Meregang Nyawa Pasca Digigit Anjing Saat Bermain
Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan kejadian tersebut. Fokus utama saat ini adalah mencegah potensi penyebaran rabies di wilayah setempat.
“Sejak kemarin kami sudah melakukan vaksinasi di wilayah tersebut sebagai langkah antisipasi penyebaran rabies,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Selain vaksinasi, tim juga melakukan eliminasi terhadap anjing liar di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko penularan, mengingat populasi anjing liar di kawasan tersebut cukup tinggi.
Meski demikian, Sarma menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Hingga kini, belum dilakukan pengambilan sampel otak anjing karena tidak ada saksi yang mengetahui secara langsung kejadian tersebut.
Baca Juga : Cocokan Data Fisik dan Yuridis, Kantor Pertanahan Lakukan Verifikasi Lapangan di Paksebali
“Kendala kami, tidak ada yang melihat langsung peristiwa itu, sehingga kami belum bisa menentukan anjing mana yang harus diambil sampelnya,” jelas Kadis asal Tembuku ini.
Di samping upaya teknis di lapangan, pemerintah juga menggencarkan edukasi kepada warga. Masyarakat diimbau untuk6 memelihara hewan peliharaan, khususnya anjing, dengan baik dan memastikan vaksinasi rutin guna mencegah rabies.(*)






