Persindonesia.com Jembrana – Antrean bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Nomor 54.822.13, Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem, Kabupaten Jembrana, Rabu (14/10/2026), diwarnai dua kejadian yang menyita perhatian. Seorang perempuan berusia 20 tahun mengalami kejang hingga sempat kehilangan kesadaran, sementara seorang anak kecil dilaporkan kepanasan saat ikut mengantre bersama ibunya hingga mengamuk.
Peristiwa perempuan mengalami kejang terjadi sekitar pukul 07.43 Wita. Melihat kondisi tersebut, personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Jembrana segera memberikan pertolongan medis awal sebelum mengevakuasi korban ke RS Balimed Negara untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Perempuan berinisial NKHKA (20), warga Kecamatan Mendoyo, diketahui memiliki riwayat epilepsi dan rutin menjalani pengobatan. Setelah mengalami kejang, korban juga mengeluhkan pusing berputar serta tubuh terasa lemas.
Warga Rela Berpanas-panasan Antre BBM, SPBU di Jembrana Batasi Pertalite
Setelah mendapatkan penanganan awal di lokasi, korban kemudian dirujuk ke RS Balimed Negara untuk menjalani rawat inap dan pemantauan medis lebih lanjut.
Selain kejadian tersebut, antrean BBM pada hari yang sama juga diwarnai kondisi seorang anak kecil yang kepanasan saat ikut mengantre bersama ibunya. Sekitar pukul 11.00 WITA, anak tersebut dilaporkan mengamuk setelah berada di tengah situasi antrean.
Kondisi ini menjadi perhatian di tengah antrean BBM yang mengharuskan masyarakat menunggu cukup lama. Terlebih, anak-anak dan warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu perlu mendapat perhatian agar tidak mengalami gangguan kesehatan selama mengantre.
Polri Mutasi 12 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan di Bareskrim hingga Kewilayahan Bergeser
Ps. Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, A.Md.Kep., S.H., menyampaikan bahwa kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan humanis, terutama ketika menghadapi kondisi darurat.
“Bagi kami, keselamatan masyarakat merupakan prioritas. Ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan medis, personel berupaya memberikan penanganan awal dan memastikan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan sesuai kebutuhannya. Kami berharap pasien segera pulih dan dapat kembali beraktivitas,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan saat beraktivitas, khususnya bagi warga yang memiliki riwayat penyakit dan harus menjalani pengobatan secara rutin.
Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Pangkalpinang Gencarkan Edukasi Ibu Hamil
“Jangan mengabaikan kondisi tubuh saat beraktivitas. Bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit, pastikan pengobatan dijalankan sesuai anjuran dokter. Apabila mengalami kondisi darurat atau menemukan orang yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi petugas agar bantuan dapat diberikan secepatnya,” tambahnya. Ts






