Persindonesia.com Jembrana — Setelah sempat mengalami kekosongan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di sejumlah SPBU di Kabupaten Jembrana, Bali, pasokan kembali tiba dan distribusi mulai normal. Namun, kedatangan BBM tersebut langsung disambut antrean panjang kendaraan yang terjadi sejak pagi hingga siang hari pada Selasa (13/10).
Antrean kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, mulai terlihat sejak sekitar pukul 05.00 Wita. Bahkan, pada sekitar pukul 11.00 Wita, stok Pertamax di sejumlah SPBU kembali habis, sementara persediaan Pertalite mulai menipis.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Surya (53), mengaku harus mengantre hingga sekitar satu jam untuk mendapatkan BBM. Ia rela menunggu karena BBM sangat dibutuhkan untuk mengantar anak-anaknya ke sekolah.
“Saya mengantre sudah satu jam. Saya rela demi anak-anak bisa sekolah. Saya mengantar anak-anak sekolah setiap hari. Kalau tidak ada BBM, anak saya terpaksa berjalan kaki sekitar dua kilometer untuk ke sekolah. Yang paling parah, kalau tidak bisa diantar, anak saya tidak sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Negara, Jembrana, Iskandar Alfan mengatakan, pasokan Pertalite dan Pertamax tiba sekitar pukul 03.00 Wita. Masing-masing jenis BBM tersebut mendapat pasokan sekitar 8 ton.
Menurutnya, meski pasokan telah kembali datang, tingginya permintaan membuat stok Pertamax kembali habis pada sekitar pukul 11.00 Wita. Sementara Pertalite masih tersisa sekitar 3 ton.
“Antrean mulai terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Pengiriman sekarang sudah normal. Kemarin memang sempat kosong,” katanya.
Ia mengatakan, setelah Pertamax habis, SPBU tersebut hanya masih menyediakan Pertamax Turbo. Sementara itu, stok Solar subsidi juga telah habis sekitar pukul 11.30 Wita.
Urug 7 Hektare di Pantai Kramat Diduga untuk Tambak, Kades Akui Tak Tahu Izinnya
“Solar subsidi juga baru saja habis sekitar pukul 11.30 Wita. Tadi kami mendapatkan jatah 8 ton. Sekarang kami masih menunggu kiriman berikutnya, paling cepat sekitar pukul 19.00 Wita,” ujarnya.
Kondisi serupa terjadi di SPBU Ngurah Rai Negara. Manajer SPBU Ngurah Rai Negara, Krisna, mengatakan pasokan Pertalite tiba sekitar pukul 03.00 Wita dan antrean kendaraan mulai terjadi sejak pukul 05.00 Wita.
“Kami mendapatkan Pertalite sebanyak 8 ton. Sekitar pukul 10.00 Wita, stok tinggal 3 ton. Kalau Pertamax sudah habis,” katanya.
Terkait pasokan Pertamax, Krisna mengaku masih menunggu kepastian dari Depo Karangasem. Pihak SPBU telah melakukan pemesanan, namun hingga saat ini belum mendapat informasi pasti mengenai waktu pengiriman.
Tabung Gas Bocor, Pondok Klepon Warga Jalekungkang Bangli Dilahap Si Jago Merah
“Untuk Pertamax belum ada kepastian kapan dikirim. Kami sudah order sejak kemarin. Kalau Pertalite sudah ada informasi dan statusnya masih dalam proses pengiriman,” jelasnya.
Kekosongan BBM yang sempat terjadi sebelumnya menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Jembrana. Meski pasokan kembali masuk, tingginya permintaan membuat stok beberapa jenis BBM kembali cepat menipis. Ts






