Persindonesia.com Jembrana – Dua pekerja proyek rehabilitasi Bendung Tlepus, masing-masing bernama Syahrudy Rizqy Tampu Bolon dan Abdurrahman Agus, terseret arus Sungai Bilok Poh di Banjar Penyaringan, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (12/11) sore. Satu di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kedua korban semula mandi di sungai usai bekerja di lokasi proyek. Sekitar 15 menit kemudian, debit air dari hulu tiba-tiba meningkat akibat hujan deras, hingga akhirnya keduanya terseret arus.
Terjaring Sidak Gaktibplin, 7 Personil Polres Gianyar Ditemukan Melanggar Disiplin
“Salah satu rekan korban, Moch. Riski Nanda Saputra, sempat berusaha menolong namun ikut terbawa arus. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri dan langsung mendapat perawatan di Puskesmas 1 Mendoyo,” jelasnya.
Setelah dilakukan pencarian, lanjut Agus, korban Syahrudy Rizqy Tampu Bolon ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 18.33 Wita di kawasan timur Kolam Renang Delod Berawah, Desa Delod Berawah. “Jenazah korban dievakuasi ke RSU Negara untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Keluarga Resah, PMI Asal Bangli 3 Bulan Tak Ada Khabar Pasca Ditangkap Imigrasi Malaysia
Sementara itu, imbuh Agus, korban Abdurrahman Agus masih belum ditemukan. Pencarian oleh Tim Gabungan SAR sempat dihentikan karena hari mulai gelap dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (13/11).
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air sungai, terutama saat hujan deras, serta menghindari aktivitas di aliran sungai ketika cuaca tidak menentu,” tambahnya. Ts






