Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya bersama Gubernur Bali, Wayan Koster
Denpasar Persindonesia.com – Polda Bali menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2026 di Gedung Presisi Mapolda Bali, Selasa (24/2/2026). Forum tahunan ini difokuskan pada penguatan koordinasi internal serta kolaborasi lintas sektor guna menjaga stabilitas keamanan dan mendukung agenda pembangunan daerah.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolda Bali, Daniel Adityajaya. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Rapim menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan kondisi faktual di Bali yang memiliki karakteristik tersendiri sebagai destinasi internasional.
“Rapim ini harus melahirkan langkah operasional yang konkret dan terukur. Tantangan kamtibmas semakin kompleks, sehingga dibutuhkan soliditas dan respons cepat di lapangan,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Bali Brigjen Pol I Made Astawa, jajaran Pejabat Utama Polda Bali, serta para Kapolres dan Kapolresta se-Bali. Selain unsur kepolisian, sejumlah pemangku kepentingan turut memberikan paparan untuk memperkuat sinergi lintas lembaga.
Kajati Bali, Chatarina Muliana, menekankan pentingnya kepastian hukum dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, regulasi yang kuat akan memperkuat sektor strategis seperti ketahanan pangan dan energi, sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang sehat.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah dengan menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan. Ia menilai stabilitas keamanan menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan investor dan keberlangsungan sektor pariwisata.
Dari unsur TNI, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan pentingnya kolaborasi nyata antara TNI dan Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi, komunikasi, dan konsolidasi dinilai sebagai kunci menghadapi dinamika keamanan ke depan.
Adapun Kakanwil Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyoroti transformasi layanan dan pengawasan keimigrasian berbasis teknologi untuk memperkuat kontrol terhadap orang asing sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam penutupan Rapim, Kapolda Bali kembali mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga integritas dan profesionalisme. Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama institusi kepolisian. “Setiap personel adalah representasi Polri. Tugas harus dijalankan dengan tegas, humanis, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para narasumber, Kapolda Bali menyerahkan plakat penghargaan usai sesi pemaparan materi. Rapim 2026 diharapkan menghasilkan strategi aplikatif yang mampu memperkuat komitmen Presisi serta memastikan keamanan Bali tetap terjaga dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional. Red






