Badung persindonesia.com , 14 September 2025 – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kuta mendapat perhatian langsung dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Dalam kunjungannya ke Posko Penanganan Bencana di Kantor Camat Kuta, Bupati bersama Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak, sekaligus meninjau langsung situasi pasca banjir dan kesiapsiagaan pemerintah setempat.
Bantuan berupa paket sembako diserahkan kepada puluhan keluarga sebagai bentuk respon cepat pemerintah daerah terhadap bencana yang terjadi. Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menekankan pentingnya penanganan bencana tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga perbaikan sistemik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. “Penanganan banjir ini tidak cukup hanya dengan bantuan logistik. Kita harus evaluasi secara menyeluruh, mulai dari tata ruang, perilaku masyarakat, hingga desain infrastruktur drainase,” ujar Adi Arnawa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati secara khusus meminta kepada Camat Kuta dan jajarannya untuk mempercepat pengumpulan data warga terdampak. Data tersebut akan menjadi acuan utama dalam penyaluran bantuan lanjutan serta rencana rehabilitasi rumah dan fasilitas umum yang rusak.
Adi Arnawa juga mengungkapkan adanya kendala teknis di lapangan yang memperparah dampak banjir, salah satunya penyempitan saluran air di kawasan Sentral Parkir Kuta. Pemerintah telah menyiapkan rencana pembebasan lahan pada tahun 2026, dengan anggaran sebesar Rp6 miliar guna mendukung pelebaran saluran dan kelancaran aliran menuju laut. “Kita harus pastikan jalur air tidak tersumbat. Ini bagian dari langkah preventif jangka panjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Adi Arnawa menegaskan bahwa arah pembangunan di Badung ke depan tidak bisa lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut bahwa keseimbangan ekologi dan tata ruang akan menjadi isu utama yang akan diperkuat, terutama di kawasan padat seperti Kuta Utara dan Badung Selatan. “Kita harus menata ulang prioritas. Keberlanjutan lingkungan adalah kunci menjaga citra Badung sebagai daerah wisata yang berkelas dunia,” tegasnya.
Selain persoalan teknis, Bupati juga menyoroti perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sepanjang bantaran sungai. Sampah yang dibuang sembarangan menjadi salah satu faktor penyumbang bencana. “Pemerintah telah menyediakan fasilitas pengelolaan seperti TPS3R dan TPST. Tapi jika budaya membuang sampah sembarangan masih berlangsung, semua akan sia-sia,” katanya.
Selain di Kecamatan Kuta, bantuan logistik juga disalurkan ke warga terdampak di Kuta Utara melalui Kantor Lurah Kerobokan, dan di Mengwi melalui Kantor Desa Mengwitani. Masing-masing wilayah menerima bantuan untuk lebih dari 50 kepala keluarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana dan I Wayan Puspa Negara, Kadiskes Badung dr. Made Padma Puspita, Camat Kuta D. Ngr Bayudhewa, serta para lurah se-Kecamatan Kuta. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas antara eksekutif dan legislatif dalam menangani bencana secara terkoordinasi. @red






